Transformasi Image Presiden RI: Dari Diremehkan ke Dipuja

by

B.J. Habibie: Dari Diremehkan jadi Dipuja, Kisah Presiden Kontroversial

Jakarta, CNBC Indonesia – Soeharto, presiden kedua Indonesia, menyebut bahwa “tempat Habibie di bidang teknologi.” Ungkapan itu menggambarkan keraguan publik saat Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie dilantik menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia 28 tahun lalu pada 21 Mei 1998.

Gelombang Keraguan Publik

Indonesia tengah dilanda krisis ekonomi 1997-1998, gejolak demonstrasi, dan tuntutan reformasi. Habibie, seorang teknokrat dan ahli penerbangan, dipertanyakan kemampuannya memimpin negara di tengah situasi genting. Figur politiknya pun dipertanyakan karena lebih dikenal dalam bidang teknologi.

Cak Nun, dalam memoarnya, menyebut kemunculan Habibie sebagai presiden memantik kontroversi besar. Penolakan muncul dari mahasiswa, tokoh reformasi, hingga masyarakat umum. Banyak pihak menilai Habibie masih berafiliasi dengan Orde Baru dan dianggap tidak mendukung semangat reformasi.

Tantangan dan Perubahan

Habibie menghadapi tantangan besar. Namun, pemerintahannya berhasil melahirkan kebijakan penting seperti membuka keran demokrasi, memperkuat kebebasan pers, hingga memberikan otonomi daerah. Di bidang ekonomi, nilai tukar rupiah mulai membaik dan lembaga keuangan baru, seperti Bank Mandiri, lahir pada masa pemerintahannya.

Meski berakhir singkat, Habibie meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Sebagai tokoh transisi, dia membawa Indonesia menuju era reformasi yang lebih demokratis. Habibie, yang wafat pada 11 September 2019, semakin dikenang sebagai pahlawan yang membawa perubahan besar bagi Indonesia.

Source link