Skandal di Wilayah Menteng: Anak Crazy Rich Siksa Gelandangan

by

Kisah Kelam di Balik Elitisme Menteng

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Skandal Keluarga Penguasa Tanah di Menteng

Jakarta, CNBC Indonesia – Kawasan Menteng kini identik dengan permukiman elite. Namun lebih dari seabad lalu, wilayah tersebut pernah diguncang skandal yang melibatkan keluarga penguasa tanahnya sendiri. Tokoh yang dimaksud adalah Said Ali bin Shahab, salah satu orang kaya dan pemilik tanah terbesar di Menteng sejak dekade 1908-an.

Kasus penyiksaan terhadap seorang gelandangan yang melibatkan putra Said Ali bin Shahab, Said Abdul Mutalib, menjadi sorotan utama pada tahun 1908. Koran setempat mengungkapkan bahwa kasus tersebut berawal dari penolakan korban membayar pungutan kepada tuan tanah, yang kemudian berujung pada tindakan tragis yang dilakukan oleh Abdul Mutalib dan pembantunya.

Skandal dan Pembelian Tanah Oleh Pemerintah

Menariknya, ketika proses hukum terkait skandal tersebut berlangsung, pemerintah kolonial sedang melakukan negosiasi untuk membeli sebagian tanah milik keluarga Shahab di Menteng. Rencana pembelian tanah beserta sekitar 295 bangunan tersebut akhirnya terwujud setelah harga disepakati sebesar 1.310.000 gulden.

Setelah proses hukum dan transaksi pembelian tanah selesai, kawasan Menteng kini telah berubah menjadi kawasan elit yang modern bagi kalangan tertentu. Citra sebagai lokasi elit tersebut bahkan masih terjaga hingga saat ini.

Source link