Mohammad Natsir Tolak Hadiah Mobil Mewah dari Raja Arab Saudi
Pada tahun 1980, mantan Menteri Penerangan dan Menteri Pertahanan, Mohammad Natsir, menerima Penghargaan Internasional Malik Faisal (Faisal Award) dari Kerajaan Arab Saudi atas jasanya terhadap dunia Islam. Sebagai penghargaan, Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Azis ingin memberikan hadiah sebuah mobil mewah kepada Natsir.
Kehidupan Sederhana Mohammad Natsir
Namun, Natsir menolak hadiah tersebut dengan halus. Dia meminta agar bantuan tersebut diarahkan untuk menyokong pendidikan mahasiswa Indonesia di Arab Saudi. Keputusan Natsir ini tidaklah mengherankan, mengingat dia dikenal hidup dengan sederhana sejak lama.
Dalam buku “Natsir: Politik Santun di antara Dua Rezim” yang diterbitkan pada tahun 2016, dijelaskan bahwa keluarga Natsir menjalani kehidupan yang sederhana. Mereka tinggal berpindah-pindah dari kontrakan satu ke kontrakan lain di Jakarta.
Meskipun memegang jabatan tinggi di pemerintahan, Natsir tetap hidup dengan sederhana. Bahkan setelah dibebaskan dari penahanan pada tahun 1966, dia tidak memiliki rumah sendiri dan tinggal di rumah sewaan.
Prinsip Sederhana dalam Hidup
Natsir juga dikenal dengan penampilannya yang jauh dari kesan pejabat elit. Dia sering terlihat mengenakan jas penuh tambalan, tidak memiliki mobil pribadi, dan tinggal di rumah yang jauh dari kemewahan.
Bagi Natsir, kekayaan bukanlah hal utama. Dia lebih memilih hidup dengan secukupnya dan menjalani prinsip untuk mensyukuri apa yang dimiliki. Oleh karena itu, tolakannya terhadap hadiah mobil mewah sejalan dengan keyakinannya bahwa membantu mahasiswa Indonesia lebih berharga dari hadiah yang diterimanya.



