Cerita Jenderal TNI Dipanggil ke Istana: Gantikan Presiden RI

by

Jenderal Ahmad Yani: Dari Panggilan Menyusul Wangsit Soekarno hingga Tragedi G30S

Sebuah panggilan mendadak ke Istana Negara mengubah takdir seorang jenderal TNI, Ahmad Yani, untuk menggantikan Presiden Soekarno jika suatu saat sang presiden tak mampu lagi memimpin Indonesia. Panggilan itu bukanlah hasil dari perdebatan politik, melainkan berasal dari wangsit yang diterima Soekarno.

Mimpi Wangsit Soekarno

Saat merangkap tidur siang, Soekarno menerima wahyu dari Tuhan yang menyuruhnya meminta pada Ahmad Yani untuk siap menggantikannya sebagai Presiden. Meskipun terkejut, Ahmad Yani awalnya ragu dan merasa masih ada sosok lain yang lebih senior untuk menduduki posisi tersebut, seperti Jenderal A.H. Nasution. Namun, Soekarno bersikeras bahwa Yani adalah pilihan yang tepat.

Terlepas dari keraguan, kedekatan Soekarno dan Ahmad Yani sudah terjalin sejak lama. Soekarno melihat dalam Yani fleksibilitas dan kepercayaan yang sulit ditemukan pada jenderal lain. Yani, dengan pengalaman perjuangan dan kepemimpinan militernya, semakin dipercaya Soekarno hingga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 1962.

Tragedi G30S

Kepercayaan Soekarno pada Ahmad Yani terputus ketika peristiwa Gerakan 30 September 1965 terjadi. Yani, yang dulunya dipersiapkan untuk menggantikan Soekarno, menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Soekarno yang sangat terpukul atas kejadian tersebut akhirnya kehilangan harapannya.

Setelah peristiwa G30S, Indonesia mengalami pergolakan politik yang mengubah arah kekuasaan. Soekarno perlahan kehilangan kendali, sedangkan Soeharto muncul sebagai pemimpin baru yang kemudian menjadi Presiden kedua Indonesia.

Source link