Bakar Arang: Kejadian Hangusnya 125 Ha Hutan Cemara di Gunung Bromo

by

Kebakaran Hutan di Gunung Bromo

Sejak 3 Agustus 2026, kawasan Gunung Bromo kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan. Namun, masalah ini bukanlah baru, karena puluhan tahun lalu, kejadian serupa sudah pernah terjadi. Pada tahun 1953, kebakaran besar terjadi di lereng Gunung Bromo yang diduga dipicu oleh aktivitas warga membakar arang.

Kisah Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Bromo

Pada tahun 1953, kebakaran hutan menghanguskan sekitar 125 hektare hutan cemara dan lahan penanaman baru di sekitar Sapikerep, Kecamatan Sukapura. Kebakaran ini berlangsung selama dua hari sebagaimana dilaporkan Java-bode.

Menurut Het nieuwsblad voor Sumatra, kebakaran ratusan hektare lahan terjadi akibat aktivitas pembakaran arang oleh warga setempat. Bahkan, dua dekade sebelumnya, pada 1933, tercatat kebakaran di kawasan Laut Pasir atau Zandzee di Pegunungan Tengger. Kobaran api menyebar ke Lumajang dan Malang.

Sejarah Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo

De Indische Courant mencatat kebakaran di lereng Zandzee pada tahun 1933 yang diduga disebabkan oleh aktivitas warga. Upaya pemadaman dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Kehutanan, Dinas Dalam Negeri, dan Polisi Lapangan Probolinggo dengan bantuan warga.

Walaupun dekade demi dekade kebakaran hutan terjadi, kawasan ini tetap menjadi daya tarik wisata. Dengan keindahan alam yang memukau, Bromo telah menjadi destinasi pelancong sejak awal abad ke-20. Bahkan turis asing, seperti Thomas H. Reid dari Amerika Serikat, sudah menyaksikan kecantikan Gunung Bromo sejak tahun 1907.

Sehingga, kebakaran hutan di Gunung Bromo bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kelestarian lanskap alam yang memikat wisatawan hingga hari ini.

Source link