Kolaborasi KDua Bintang Besar di Dunia Film dan Sastra Indonesia
Dua nama besar di dunia film dan sastra Indonesia, Pidi Baiq dan Rudi Soedjarwo, akhirnya berkolaborasi dalam film ‘Dan Bandung’ yang sangat dinantikan. Novel karya Pidi Baiq yang terkenal dengan kesuksesan trilogi Dilan kini dibuat menjadi sebuah karya visual oleh sutradara kenamaan Rudi Soedjarwo, pencipta film ikonik ‘Ada Apa dengan Cinta?’ dua dekade lalu.
Proses Pemilihan Sutradara
Dalam konferensi pers, Pidi Baiq mengungkapkan bahwa proses pemilihan Rudi Soedjarwo sebagai sutradara ‘Dan Bandung’ memakan waktu yang cukup lama. Namun, setelah muncul nama Rudi Soedjarwo, Pidi Baiq yakin bahwa dialah sosok yang tepat untuk mengadaptasi karyanya ke layar lebar. Rekam jejak Rudi Soedjarwo yang konsisten dalam berkarya menjadi alasan kuat bagi Pidi Baiq untuk mempercayakan naskahnya padanya.
Saat menyaksikan hasil akhir film, Pidi Baiq mengaku terkesan dengan cara Rudi Soedjarwo mengubah naskah tulisannya menjadi visual yang jauh melebihi ekspektasinya. Penggunaan lagu-lagu karya Pidi Baiq dalam film sempat menjadi keputusan kontroversial, namun Rudi Soedjarwo berhasil menghadirkannya dengan visi yang berbeda, menjadikan musik sebagai elemen penambah tekstur emosi yang jujur dalam film.
Menyelami Kisah Nyata dalam Novel
Produser Titin Suryani menjelaskan bahwa alasan di balik pengangkatan novel ‘Dan Bandung’ ke layar lebar adalah karena kisah yang terdapat di dalamnya begitu kaya akan pengalaman hidup pribadi Pidi Baiq. Latar Kota Bandung turut menjadi elemen kuat dalam cerita, tidak hanya sebagai setting fisik, tetapi juga sebagai jejak perasaan yang dalam yang memengaruhi kehidupan karakter utama.
‘Dan Bandung’ mengisahkan perjalanan cinta dua tokoh utama, Basil dan Elma, yang diperankan oleh Samo Rafael dan Shanna Shannon. Kisah cinta mereka melibatkan berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga, persahabatan, dan realitas kehidupan yang penuh liku-liku. Gala premiere film ini di Bandung menjadi momen mengharukan bagi para pembuatnya, termasuk produser Titin Suryani dan sutradara Rudi Soedjarwo.
Rudi Soedjarwo juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Pidi Baiq, karena inspirasi utama dalam film ‘Dan Bandung’ berasal dari petualangan hidup sang novelis. Dialog-dialog antar tokoh yang khas Pidi Baiq berhasil diadaptasi dengan baik oleh Rudi Soedjarwo, sehingga menciptakan alur cerita yang alami dan mengalir dengan lancar.
Bagi para penonton yang sudah akrab dengan karya Pidi Baiq maupun Rudi Soedjarwo, ‘Dan Bandung’ memberikan pengalaman emosional yang baru, memadukan puitisasi sastra dengan sensibilitas sinematik, dan menghadirkan kisah cinta yang autentik di tengah gemerlap Kota Bandung.

