Menelusuri Jejak Fadli Zon di Villa Soekarno dan Hatta di Puncak

by

Dua Villa Bersejarah Soekarno-Hatta Bangkit dari Kubur

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Dua vila bersejarah yang berkaitan dengan Presiden ke-1 RI Soekarno dan Wakil Presiden ke-1 RI Mohammad Hatta akan bangkit dari kubur. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap, kedua bangunan yang berada di kawasan Puncak, Bogor, itu didorong untuk dikembangkan sebagai cagar budaya sekaligus destinasi sejarah yang dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Vila Bung Hatta: Tempat Bersejarah Pernikahan Hatta dan Rahmi Rachim

“Di wilayah Puncak ini banyak situs sejarah yang berkaitan dengan tokoh-tokoh bangsa kita. Di wilayah Megamendung misalnya, ada Villa Bung Hatta yang sudah menjadi Cagar Budaya Kabupaten, dan kita harapkan tahun ini juga menjadi Cagar Budaya Nasional,” kata Fadli Zon usai berkunjung ke kedua villa itu, dikutip Kamis (20/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis Kementerian Kebudayaan untuk meninjau secara langsung kondisi fisik bangunan cagar budaya sekaligus merumuskan tata kelola revitalisasi destinasi sejarah di kawasan Cisarua, Bogor. Vila Bung Hatta merupakan tempat bersejarah karena di tempat inilah Hatta menikahi Rahmi Rachim pada 18 November 1945, atau hanya sekitar tiga bulan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Perjalanan menuju pernikahan tersebut juga dibantu oleh Soekarno, yang menjadi mak comblang bagi sahabatnya sendiri. Sejarah mencatat betapa bersejarahnya pernikahan Hatta dan Rahmi di villa tersebut.

Vila Riung Gunung: Bangunan Bersejarah Milik Soekarno

Tak hanya Vila Bung Hatta, perhatian pemerintah juga menyasar Vila Riung Gunung di Cisarua. Dalam unggahannya di akun resmi, Fadli Zon mengungkap bangunan tersebut juga dikenal sebagai Villa Guntur Soekarnoputra, tempat persinggahan bersejarah milik Soekarno.

Sejarah mencatat, pada 1960, vila Soekarno tersebut merupakan vila elite bernama Riung Gunung Coffee House. Bangunan itu didesain oleh arsitek I’e Soedarsono, salah satu arsitek pembangunan Tugu Monas. Di masa Soekarno, presiden kerap membawa tamu negara atau pejabat untuk menikmati udara segar dari kawasan tersebut. Lokasinya juga menawarkan pemandangan kawasan Puncak dari sudut yang berbeda.

Fadli mendorong Vila Riung Gunung agar ditetapkan sebagai cagar budaya dan menjadi destinasi sejarah dan budaya yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Potensi besar kawasan Puncak sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan kuliner diharapkan dapat dimaksimalkan lewat revitalisasi Vila Riung Gunung.

Source link