Operasi Pesta Copet: Sorotan Teratas Sindikat Kriminal di Festival Musik

by






Operasi Pesta Copet: Film <a href="https://portalkompas.co/2026/09/03/christine-hakim-stars-in-three-films-at-biff-2026/">yang</a> Soroti Sindikat Kriminal di Festival Musik

Operasi Pesta Copet: Mengangkat Isu Kriminalitas di Festival Musik

SURABAYA – Dalam tengah hiruk-pikuk industri hiburan dan festival musik di Indonesia, masalah serius yang muncul adalah ancaman sindikat kriminalitas pencopetan yang terorganisir. Isu ini menjadi sorotan dalam film layar lebar terbaru berjudul ‘Operasi Pesta Copet’ yang diproduksi oleh Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator. Film ini diperkenalkan dalam konferensi pers roadshow di Royal Plaza Mall, Surabaya, pada Minggu (23/8/2026).

Penyajian Kritik Sosial melalui Film Komedi

Sutradara Edy Khemod menjelaskan bahwa fenomena pencopetan massal di konser musik berasal dari persoalan struktural ekonomi yang menghimpit generasi muda dan masyarakat kelas marginal. Ide cerita film berawal dari kasus nyata yang ditemui saat konser Seringai di Solo. Pelaku yang tertangkap merupakan komplotan dari Jakarta yang melakukan persiapan dengan cermat. Mereka sengaja bermodal transportasi, menghafal lirik lagu, bahkan memakai atribut band untuk menyusup ke moshpit.

“Sindikat ini akan terus muncul selama persoalan struktural, seperti lapangan kerja sulit dan biaya hidup tinggi, tidak diselesaikan. Film ini merupakan cara kami untuk menyampaikan kritik sosial dengan jujur melalui komedi, sekaligus memberikan empati kepada mereka yang sering terpinggirkan oleh struktur sosial,” ujar Edy Khemod.

Kegiatan Syuting yang Menantang

Proyek film ini mencoba memotret realitas lapangan secara otentik dengan melakukan pengambilan gambar langsung di tengah kerumunan 100 ribu penonton festival Pestapora asli. Produser Ernest Prakasa menegaskan bahwa film ini berusaha menjaga kedekatan dengan realitas sosial masyarakat kelas bawah.

Aktor utama dan produser film, Iqbaal Ramadhan, yang berperan sebagai tokoh Ijal, menyatakan tantangan yang dihadapi selama syuting di tengah 30-35 ribu penonton setiap harinya. Karakter Ijal menggambarkan anak muda yang terjepit oleh kondisi ekonomi dan terdorong melakukan aksi berisiko tinggi.

Komika dan aktor Kristo Immanuel yang memerankan tokoh Adut mengungkapkan bahwa para pemain menjalani pelatihan intensif selama dua bulan dengan pesulap profesional. Pelatihan tersebut bertujuan untuk memahami pola kerja sindikat pencopet, termasuk teknik manipulasi psikologis dan distraksi fisik.

‘Operasi Pesta Copet’ dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Agustus 2026.


Source link