Krakatau Meletus Tsunami 30 M: Dampak Sapu Kota dan Warga Nyangkut

by

Kronologi Letusan Gunung Krakatau 143 Tahun Lalu

Pada hari ini, tepat 143 tahun yang lalu, Gunung Krakatau di Selat Sunda meletus dahsyat. Letusan tersebut menyebabkan tsunami besar yang merenggut sekitar 36.000 nyawa. Namun, di tengah bencana tersebut, ada cerita keajaiban keselamatan yang dialami oleh Ong Leng Yauw, seorang remaja berusia 14 tahun saat itu.

Keajaiban Keselamatan

Ong Leng Yauw merupakan seorang anak yang tinggal di Karangantu, Banten. Pada saat letusan besar Gunung Krakatau terjadi, Ong bersama seorang temannya sedang dalam perjalanan ke Banten untuk membeli kue sembahyang. Mereka tidak menyadari bahaya yang sedang mengintai.

Sebelum letusan, suara gemuruh telah terdengar selama tiga bulan namun tidak diketahui asalnya. Namun, ketika ledakan dahsyat terjadi, abu vulkanik mulai turun, menyelimuti langit dan membuat siang terasa seperti malam, menciptakan suasana kiamat. Dalam kebingungan tersebut, suara gemuruh ombak terdengar, dan Ong berusaha menyelamatkan diri dengan berenang.

Tersangkut di pohon, dia bertahan sambil menunggu air surut. Di situasi yang suram dan penuh keputusasaan, Ong menyaksikan pemandangan mengerikan di sekitarnya ketika air surut. Tidak ada rumah yang masih berdiri, harta benda warga lenyap, dan bangunan porak-poranda ditutupi debu vulkanik.

Pasca Bencana

Setelah bencana berlalu, Ong kehilangan segalanya, rumah, harta bendanya, namun dia berhasil selamat bersama temannya dan dua perempuan lain yang ditemukan bergelantungan di atas pohon. Keduanya kemudian meninggal beberapa bulan setelahnya karena tidak sanggup menghadapi kesedihan atas kehilangan yang mereka alami.

Ong sendiri mendapatkan bantuan dan diminta mengungsi ke Batavia. Kesaksiannya tentang bencana tersebut baru dituangkan dalam memoar oleh Kwee Tek Hoay sekitar 54 tahun setelah letusan Krakatau terjadi, ketika dia berusia sekitar 68 tahun.

Kini, dari reruntuhan Gunung Krakatau muncul Gunung Anak Krakatau, yang masih aktif hingga hari ini. Recent report mengabarkan aktivitas erupsi dari Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir.

Source link