Jaksa Agung Dibunuh – Kasus Teror Terkuak

by

Jaksa Agung Gatot Tarunamihardja: Penegak Hukum Berani yang Nyaris Dibunuh

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Sejak berdiri tepat hari ini 81 tahun lalu, Kejaksaan Agung RI telah melahirkan banyak sosok yang dikenal berani dalam penegakan hukum.

Salah satu sosok yang menonjol dalam sejarahnya adalah Gatot Tarunamihardja, Jaksa Agung pertama RI yang berani mengusut dugaan korupsi besar hingga harus menghadapi teror dan nyaris kehilangan nyawa. Gatot pertama kali menjabat sebagai Jaksa Agung pada Agustus-Oktober 1945, dan kemudian kembali menjabat pada April-September 1959.

Penyelidikan Kasus Korupsi dan Teror Pembunuhan

Dikenal sebagai penegak hukum yang sangat dihormati, Gatot Tarunamihardja memiliki reputasi tinggi dalam penguasaan ilmu dan integritasnya. Saat menjabat, Gatot bertekad membersihkan praktik korupsi yang telah mengakar di lembaga negara. Salah satu kasus yang menjadi perhatiannya adalah dugaan korupsi di salah satu lembaga pemerintah.

Meski menghadapi perlawanan dari pihak yang terseret dalam perkara tersebut, Gatot tetap melanjutkan penyelidikan. Bahkan, ia mengalami teror dan nyaris dibunuh dalam upaya membersihkan praktik korupsi yang merajalela pada masa itu.

Kesaksian dari Dalam Menyebutkan Percobaan Pembunuhan

Sikapnya yang gigih dalam memberantas korupsi membuat Gatot menjadi sasaran teror, bahkan hingga percobaan pembunuhan. Memiliki tekad bulat, Gatot Tarunamihardja tidak gentar dalam menghadapi risiko tersebut demi tegaknya keadilan di Indonesia.

Penahanan yang dialaminya pada September 1959, yang disebabkan oleh dugaan upayanya yang dianggap merusak reputasi pimpinan lembaga dan mengganggu ketertiban nasional, merupakan puncak dari tekanan yang ia hadapi dalam menegakkan kebenaran.

Pembebasan Gatot setelah dipanggil oleh Presiden Soekarno membuktikan bahwa upayanya dalam pemberantasan korupsi diakui. Namun, jabatannya sebagai Jaksa Agung berakhir setelah pembebasan tersebut, sehingga usahanya untuk mengusut kasus besar tersebut terhenti di tengah jalan.

Sebagai penggantinya, Soekarno mengangkat Mr. Gunawan sebagai Jaksa Agung, dan Gatot Tarunamihardja tetap dikenang sebagai salah satu penegak hukum berani dalam sejarah Indonesia.

Source link