Ini Dia 7 Tentara Asing yang Masuk Jakarta dengan Parasut

by





Penetapan dan Kedatangan Tentara Asing di Jakarta

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Peristiwa Langka: Tujuh Tentara Asing Mendarat di Jakarta

Jakarta, CNBC Indonesia – Pada tanggal 8 September 1945, Jakarta mengalami kejadian luar biasa ketika tujuh tentara asing mendarat secara diam-diam di Kemayoran menggunakan parasut. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memata-matai pemerintahan Indonesia yang baru saja memproklamasikan kemerdekaan tepat bulan sebelumnya, yakni pada 17 Agustus 1945.

Tujuh tentara tersebut dipimpin oleh Mayor A.G. Greenhalgh, perwira Inggris yang memiliki misi khusus untuk mengumpulkan informasi terkait kondisi Indonesia pasca-kemerdekaan. Mereka mencoba memahami seberapa kuat pemerintahan Republik yang baru berdiri dan sejauh mana potensi perlawanan terhadap kembalinya Belanda ke Indonesia.

Misi Rahasia dan Informasi yang Dikumpulkan

Puluhan ribu pasukan Indonesia diperkirakan bersiap untuk menghadapi Belanda jika negara tersebut benar-benar kembali. Oleh karena itu, upaya untuk memahami dan memantau situasi di Indonesia pun sangatlah penting. Tujuh perwira Inggris tersebut diterjunkan dengan parasut untuk menjalankan misi mata-mata.

Mayor Greenhalgh dan timnya segera bergerak setelah mendarat dan langsung menjalin kontak dengan para eks perwira Jepang, termasuk Yamamoto. Mereka juga bertanggung jawab untuk menemukan lokasi yang tepat sebagai markas sekutu di Jakarta.

Kedatangan Sekutu dan Belanda

Pada 16 September 1945, rombongan sekutu bersama pasukan Belanda tiba di Jakarta melalui kapal perang HMS Cumberland. Hal ini menandai perubahan signifikan dalam situasi politik Indonesia, dengan Belanda kembali mengambil peran dan memicu pecahnya perlawanan rakyat di berbagai daerah.


Source link