Krakatau Meletus: Warga Dapat Bantuan Uang & Beras Tiap Minggu

by

Menyelamatkan Diri dari Letusan Dahsyat Gunung Krakatau

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Letusan Gunung Krakatau

Pada 27 Agustus 1883, letusan Gunung Krakatau mengakibatkan banyak warga kehilangan segalanya, mulai dari rumah, harta benda, hingga sumber penghidupan. Di tengah kehancuran tersebut, para penyintas tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian.

Bantuan bagi Penyintas

Salah satu penyintas, Ong Leng Yauw dari Karangantu, Banten, menceritakan pengalamannya setelah bencana selesai. Setelah kehilangan segalanya, Ong menerima bantuan berupa beras dan uang secara rutin dari pemerintah Hindia Belanda dan dermawan setempat. Uang bantuan tersebut, sebesar 1,50 gulden per minggu, menjadi penopang utama Ong setelah kehilangan harta benda.

Saat di Batavia bersama penyintas Tionghoa lainnya, Ong menerima tambahan bantuan 25 gulden dari Mayor Cina Lie Tjoe Hong. Beberapa bulan kemudian, derma sebesar 1.500 gulden turut diberikan padanya sebagai kompensasi atas kehilangan harta bentuknya.

Selamat dari Bencana Mematikan

Ong berhasil selamat dari bencana mematikan tersebut dengan menyelamatkan diri ke atas pohon saat tsunami melanda. Sebelum letusan Krakatau, Ong telah mendengar suara gemuruh tidak biasa selama beberapa bulan. Namun, kejadian sebenarnya baru terungkap ketika bencana benar-benar terjadi pada Agustus 1883.

Di tengah kegelapan yang diakibatkan oleh abu vulkanik, Ong berjuang menyelamatkan diri bersama rekannya, Ong Boen Seng. Mereka akhirnya bertahan hidup setelah terdampar di tempat-tempat yang tak dikenal.

Setelah bencana berlalu, Ong dan para penyintas lainnya menerima bantuan untuk memulai kembali kehidupan mereka. Bantuan tersebut, yang mulai dari beras, uang, hingga derma besar, menjadi pijakan baru bagi Ong untuk bangkit dari kehancuran yang meninggalkan Karangantu porak-poranda.

Source link