Pesta Karaoke Berujung Tragis: Mahasiswi Tewas Dicekoki Ekstasi oleh Temannya
Jakarta – Sebuah pesta karaoke di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 berakhir tragis ketika seorang mahasiswi berinisial S meninggal setelah dicekoki ekstasi oleh temannya, seorang pria berinisial ID. Polisi pun mengungkapkan alasan dibalik perbuatan tragis ini.
Alasan Pelaku Memberikan Ekstasi ke Korban
Kapolsek Cengkareng, AKP Rahis Fadillah, menjelaskan bahwa pelaku memberikan ekstasi kepada korban agar keduanya bisa merasa senang bersama-sama. Pelaku merasa efek dari obat tersebut membuat orang merasa bahagia, dan dia tidak ingin mengonsumsi obat itu sendirian. Oleh karena itu, pelaku memaksa korban ikut minum ekstasi agar “sama-sama happy”.
Rahis juga menambahkan bahwa setelah mengonsumsi obat tersebut, pesta karaoke terus berlanjut. Namun, kejadian tragis terjadi saat pelaku dan korban bersama rombongan memutuskan untuk menginap di sebuah hotel di kawasan Cengkareng. Di sana, korban ditemukan meninggal dunia setelah ditinggalkan oleh pelaku dan teman-temannya.
Tragisnya Kejadian
Pihak hotel menemukan korban meninggal dunia di kamar hotel pada pukul 13.30 setelah dicek di pagi hari. Hasil otopsi menunjukkan bahwa tubuh korban mengandung amfetamin dan metamfetamin, yang menyebabkan reaksi negatif dan akhirnya menyebabkan kematiannya.
Polisi berhasil menangkap pelaku ID dan saat ini menghadapkannya dengan dakwaan berdasarkan Pasal 116 Ayat (2) UU tentang narkotika. Pelaku bisa dihukum dengan pidana penjara maksimal 20 tahun atas perbuatannya yang tragis ini.
Kasus ini menjadi pelajaran yang tragis mengenai bahaya penggunaan narkotika dan dampaknya yang mematikan. Semoga kejadian ini dapat menjadi peringatan bagi semua pihak untuk tidak sembarangan dalam mengonsumsi obat-obatan terlarang.





