Kapal Tak Layak Berlayar Tenggelam di Laut Jawa, 666 Tewas

by

Tragedi Tampomas II di Laut Jawa pada Januari 1981 menewaskan sedikitnya 666 orang. Kapal yang berangkat dari Tanjung Priok, Jakarta, menuju Makassar itu terbakar sebelum akhirnya tenggelam di perairan Masalembu pada 27 Januari 1981.

Tampomas II membawa muatan 191 mobil dan 200 sepeda motor. Kapal tersebut diperkirakan mengangkut 1.442 orang, meski sejumlah sumber menyebut jumlahnya bisa mencapai 2.000. Data resmi mencatat penumpang dalam jumlah sekitar 1.000 orang, sementara sisanya diduga tidak tercatat atau merupakan penumpang gelap.

Api Berawal dari Ruang Mesin

Masalah sudah muncul sebelum pelayaran dimulai. Tampomas II semula dijadwalkan berangkat pada 23 Januari 1981, tetapi keberangkatannya tertunda akibat kerusakan mesin. Setelah perbaikan dilakukan, kapal tetap diberangkatkan menuju Makassar.

Petaka terjadi pada malam 25 Januari 1981 sekitar pukul 20.00 WITA. Kebocoran bahan bakar memicu kebakaran di ruang mesin. Berdasarkan laporan majalah Tempo edisi Februari 1981, seorang penumpang bernama Endang menjadi orang pertama yang menyadari adanya masalah setelah mencium bau hangus dan merasakan hawa panas.

Endang kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada pengurus kapal. Masinis menghentikan mesin dan bel tanda kebakaran dibunyikan. Kepanikan segera menyebar di antara penumpang, sementara awak kapal mengarahkan mereka untuk menggunakan pelampung.

Kru mesin berusaha memadamkan api dengan alat pemadam portabel. Namun, penelusuran koran Berita Yudha yang terbit pada 20 Maret 1981 menyebut banyak mualim tidak memahami cara menggunakan perangkat pemadam kebakaran di kapal.

“Mereka tidak mengetahui cara penggunaan sistem fire detection maupun fire indicator di Km Tampomas II yang mengalami musibah,” tulis pewarta koran tersebut.

Api terus membesar dan menjalar dari ruang mesin. Situasi semakin buruk setelah generator mati sehingga air tidak dapat digunakan untuk menyemprot kobaran. Api kemudian mencapai area penyimpanan mobil dan sepeda motor yang masih memiliki bahan bakar.

Evakuasi Kacau, Kapal Akhirnya Tenggelam

Para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan berbagai cara. Sebagian melompat ke laut, sementara lainnya mencoba menaiki sekoci. Proses evakuasi berlangsung kacau. Beberapa jam kemudian, kepulan api menarik perhatian kapal-kapal lain, tetapi pertolongan tersebut tidak mampu mencegah memburuknya kondisi Tampomas II.

Hujan yang turun membuat air semakin memenuhi kapal. Pada 27 Januari 1981 sekitar pukul 12.45 WIB atau 13.45 WITA, ruang mesin dilaporkan meledak dahsyat. Tampomas II kemudian tenggelam di perairan Masalembu, Laut Jawa, dengan 666 orang tercatat meninggal dunia. Jumlah korban diduga dapat lebih besar karena adanya penumpang yang tidak masuk daftar resmi.

Persoalan Kelayakan Kapal

Menurut Berita Yudha edisi 31 Maret 1981, persoalan kapal telah muncul jauh sebelum kecelakaan. Tampomas II merupakan kapal bekas yang dibeli PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) dari perusahaan Jepang, Comodo Marine Co. SA, dengan harga US$8,3 juta.

Nilai pembelian itu sempat dipertanyakan karena PANN sebelumnya disebut memperoleh tawaran kapal lain seharga US$3,6 juta. Perbedaan harga tersebut kemudian memunculkan dugaan korupsi dalam proses pembelian.

Tampomas II pada awalnya dirancang sebagai kapal barang, tetapi kemudian digunakan untuk mengangkut penumpang sekaligus barang. Sejumlah persyaratan keselamatan disebut belum sepenuhnya dipenuhi, termasuk sertifikat keselamatan yang masih bersifat sementara.

Dalam penyelidikan, Mahkamah Pelayaran menyatakan kebakaran disebabkan oleh puntung rokok yang diperparah kelalaian kru dan pihak pengelola kapal.

Source link