Pengusaha RI Menikah 6 Kali, Istri Kedua Ternyata Adik Sendiri

by

Dominique Willem Berretty dikenal sebagai pengusaha media yang berhasil membangun kekayaan besar pada masa kolonial Hindia Belanda. Namun, kehidupan pribadinya juga menyimpan kisah yang tidak biasa: ia menikah enam kali, termasuk dengan Irene Stephanie Berends, adik kandung dari istri pertamanya.

Jauh sebelum menjadi pemilik kerajaan media, Berretty meniti karier sebagai jurnalis. Pada 1910, ia bekerja sebagai reporter di harian Bataviaasch Nieuwsblad. Lima tahun kemudian, Berretty pindah ke Java Bode. Kariernya di surat kabar itu berkembang dari reporter menjadi redaktur.

Catatan Huygens Instituut menyebut Berretty memperoleh banyak pengetahuan jurnalistik selama bekerja di Java Bode. Ia bahkan dikirim ke Amerika Serikat untuk mengikuti sejumlah pelatihan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika ia mendirikan Algemene Nieuws en Telegraaf Agentschap (ANETA) pada 1 April 1917.

Membangun monopoli pemberitaan

ANETA berkembang cepat di bawah kepemimpinan Berretty. Berdasarkan catatan Soebagijo Ilham Notodidjojo dalam buku Adinegoro: Pelopor Jurnalistik Indonesia (1987), Berretty menjalin kerja sama dengan Reuters di Inggris serta sejumlah perusahaan media di Belanda.

Ia juga mengambil alih kantor Reuters di Batavia dan media pesaingnya, Nederlandsch Indisch Pers Agentschap. Dalam Censorship in Colonial Indonesia (2019), Nobuto Yamamoto menyebut ANETA kemudian menjadi media nomor satu di Indonesia.

“Sejak akhir 1920, ANETA memonopoli pemberitaan di seluruh Indonesia. Pemberitaan dari luar dan dalam negeri didistribusikan oleh ANETA,” kata Nobuto.

Selain menjalankan kantor berita, Berretty memperluas usahanya ke bidang periklanan. ANETA yang kebanjiran uang membuat kekayaannya terus bertambah. Ia kemudian dikenal sebagai orang pertama di Indonesia yang menjadi sangat kaya melalui bisnis media.

Enam pernikahan Berretty

Pernikahan pertama Berretty berlangsung pada 1912 dengan Aline Elodie Maria Berends. Hubungan itu berakhir dua tahun kemudian setelah keduanya bercerai. Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki dua anak, Renate Berretty dan Gerda Berretty.

Pada 1917, Berretty menikahi Irene Stephanie Berends, adik kandung Aline. Pernikahan itu menghasilkan dua anak, tetapi berakhir dengan perceraian pada 1920.

Setahun kemudian, Berretty menikah dengan perempuan Prancis, Marguerite Lucie Alphonsie Boulenger, yang juga dikenal sebagai Nadine Didier atau Nadine Boulenger. Mereka dikabarkan menikah pada 6 Agustus 1921 dan meresmikan pernikahan tersebut pada 17 Agustus 1923.

Berretty kemudian menikahi aktris teater Wilhelmina Harmance Martine Duymaer van Twist, yang dikenal dengan nama Mien. Pernikahan itu berakhir pada 28 November 1928. Setelah kembali ke Eropa, Mien meninggalkan dua anaknya bersama Berretty.

Setelah itu, Berretty menikah dengan Charlotte. Dalam masa pernikahan tersebut, ia jatuh cinta kepada Adeline, gadis yang dibawanya dari Eropa untuk menjadi pengasuh Dodo dan Aimee. Adeline kemudian menjadi istri keenamnya.

Kehidupan Berretty berakhir pada 20 Desember 1934. Pesawat DC-2 Uiver yang membawanya dari Amsterdam menuju Batavia jatuh di wilayah Suriah akibat cuaca buruk, menurut pemberitaan de Koerier pada 22 Desember 1934. Seluruh penumpang tewas, termasuk Berretty yang saat itu berusia 44 tahun.

Jasadnya ditemukan dan dimakamkan di Baghdad, Irak. Setelah kematiannya, harta Berretty diwariskan kepada anak-anaknya. ANETA tetap bertahan, meski pemerintah Jepang menutupnya pada 1942.

Source link