Selama puluhan tahun menjalin hubungan diplomatik, Presiden Indonesia dan Presiden Amerika Serikat (AS) pernah terlibat dalam insiden yang menjengkelkan. Peristiwa ini terjadi 65 tahun lalu melibatkan Presiden Soekarno dan Presiden ke-34 AS, Dwight D. Eisenhower.
Pada awal 1960, Soekarno menerima undangan langsung dari Eisenhower untuk berkunjung ke Gedung Putih, Washington. Indonesia merasa perlunya menjalin kerja sama dengan AS setelah berbagai bantuan yang diberikan selama 20 tahun merdeka.
Kedatangan Soekarno ke AS diharapkan akan menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan kedua negara. Namun, saat mendarat di bandara, Soekarno malah dibuat kaget karena tidak disambut oleh Eisenhower. Kesabaran Soekarno benar-benar habis ketika Eisenhower tidak muncul untuk menyambutnya di Gedung Putih, seperti biasanya.
Perilaku dingin Eisenhower ternyata dipengaruhi oleh kehadiran Ketua Partai Komunis Indonesia, Dipa Nusantara Aidit, dalam rombongan Soekarno. Eisenhower merasa tersinggung dengan kehadiran orang komunis di Gedung Putih, sehingga memutuskan untuk tidak memberikan sambutan yang semestinya kepada Soekarno.
Meskipun Eisenhower digantikan oleh John F. Kennedy yang memiliki pandangan yang lebih ramah terhadap Soekarno, hubungan antara Indonesia dan AS baru mulai membaik setelah Kennedy menjabat. Soekarno juga merespons dengan sikap terbuka dan hubungan pribadi yang akrab dengan Kennedy.
Namun, rencana membangun Wisma Indonesia di Istana Negara untuk Kennedy tidak pernah terwujud karena kematian tragis Kennedy pada tahun 1963. Soekarno sangat menyesali kejadian tersebut dan mengenang sahabat politiknya yang tidak sempat mengunjungi Indonesia.
Melalui kisah ini, CNBC Insight menghadirkan nilai-nilai sejarah yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi masa kini.





