Warga RI di Jepang Terkena Radiasi Nuklir: Dokter Berjuang

by

Pagi hari di Hiroshima, Arifin Bey bersiap untuk pergi ke kampus tanpa mengetahui bahwa ia akan menjadi saksi hidup dari bom atom. Sebagai mahasiswa asal Indonesia di Universitas Waseda, Arifin merupakan salah satu dari sedikit penerima beasiswa Nantoku dari pemerintah Jepang. Tujuan dari beasiswa tersebut adalah untuk menarik perhatian pemuda Indonesia agar dapat menyerap ilmu dan mengaplikasikannya kembali di Tanah Air.

Ketika tiba di kampus, suasana Hiroshima masih normal dan cerah. Namun, tiba-tiba Arifin dan teman-temannya diserang oleh ledakan besar yang mengakibatkan kekacauan di sekitar mereka. Mereka terpaksa menyaksikan kengerian yang terjadi di Hiroshima, di mana banyak orang terluka dan terbakar akibat ledakan bom atom.

Di tengah situasi berbahaya tersebut, Arifin dan dua mahasiswa Indonesia lainnya berhasil selamat secara fisik namun mengalami dampak radiasi yang serius. Para dokter bahkan merasa kesulitan untuk memberikan pengobatan yang sesuai, namun berkat usaha keras, mereka berhasil bertahan hidup. Setelah pulang ke Indonesia, para penyintas mulai membangun karir mereka masing-masing, mulai dari menjadi pengusaha sukses hingga anggota DPR dan artis ternama.

Kisah hidup para penyintas bom atom Hiroshima seperti Arifin Bey memberikan pelajaran berharga tentang ketangguhan dan semangat untuk bertahan di tengah bencana. Tetaplah mengikuti rubrik CNBC Insight untuk informasi-informasi sejarah yang memberikan inspirasi dan nilai-nilai kehidupan yang berharga.

Source link