Hariqo Wibawa Satria, seorang Senior Expert di Kantor Komunikasi Presiden (PCO), menyebut program Free Health Check (CKG) sebagai langkah awal menuju negara yang lebih sehat, yang dimulai dengan mengubah cara orang berpikir tentang menjaga kesejahteraan mereka. Menurutnya, CKG adalah titik awal menuju kebebasan dari penyakit, di mana kesadaran tumbuh dan mendorong orang untuk membuat kesehatan sebagai prioritas seumur hidup.
Beliau berharap setiap peringatan Hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus, tidak hanya menjadi momen perayaan kemerdekaan negara, tetapi juga melihat semakin banyak warga Indonesia terbebas dari penyakit. Untuk mencapai hal ini, pemerintahan Presiden Prabowo telah meluncurkan program prioritas komprehensif dan berkelanjutan, mulai dari CKG dan kampanye “Stop TB” hingga revitalisasi rumah sakit umum daerah dan memberikan tunjangan khusus bagi spesialis medis yang melayani di daerah terpencil, perbatasan, dan pulau (DTPK).
Meskipun Indonesia merayakan tahun kemerdekaan ke-80, Hariqo mencatat bahwa negara ini masih dibebani oleh penyakit sebagai beban ekonomi dan sosial bagi masyarakatnya. Harapan beliau adalah dengan CKG, masyarakat Indonesia akan semakin teredukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan. Selain sebagai tindakan preventif, CKG juga dianggap sebagai bentuk edukasi kesehatan.
Targetnya adalah setiap Hari Kemerdekaan, negara ini juga menandai kemajuan dalam memiliki lebih banyak warga yang bebas dari penyakit, memungkinkan mereka untuk berkontribusi sepenuhnya pada pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi. Investasi dalam kesehatan tidak hanya sebagai beban sosial, tetapi juga merupakan aset ekonomi strategis, demikian dikatakan oleh Hariqo.
Ditambahkan pula bahwa banyak anak Indonesia mengalami diabetes, obesitas, dan gigi berlubang akibat kurangnya informasi dan edukasi kesehatan. Penggunaan gadget yang berlebihan juga telah mengganggu penglihatan anak-anak. Sementara itu, kesehatan masyarakat yang membaik secara signifikan akan meningkatkan kontribusi dari tenaga kerja yang sehat terhadap GDP. Berbagai studi menyarankan bahwa GDP bisa tumbuh sebesar 1–2 persen setiap tahun jika tingkat penyakit menurun tajam.
