Rama Sahid, seorang motivator, mengalami perlakuan tidak menyenangkan selama menginap di Hotel Indonesia Pekalongan yang diklaim memiliki konsep syariah. Pintu kamarnya digedor keras pada malam hari dan ia diminta membayar biaya tambahan sebesar Rp10.224. Namun, Rama menolak membayar biaya tambahan tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip syariah. Akibatnya, Rama akhirnya diusir dari hotel meskipun sudah membayar melalui aplikasi pemesanan Traveloka.
Kasus ini menjadi viral setelah Rama membagikan pengalamannya melalui video di TikTok. Awalnya, Rama memesan kamar dengan tiket promo seharga Rp10.244, namun pihak hotel menegaskan bahwa ada aturan tarif minimal Rp150.000 per malam yang harus dibayarkan tamu meskipun memesan melalui aplikasi.
Dalam video TikTok yang diunggah oleh akun @ramasahid, Rama menceritakan pengalaman buruknya dengan hotel tersebut dan rasa tidak adilnya karena diminta membayar biaya tambahan setelah pembayaran penuh melalui aplikasi. Video ini langsung menjadi viral dan menimbulkan perdebatan di kalangan warganet.
Rama menyatakan bahwa ia memesan kamar dengan harga promo sekitar Rp130 ribu per malam melalui aplikasi Traveloka. Ia memilih hotel tersebut karena label “syariah” yang membuatnya merasa lebih aman dan sesuai dengan prinsipnya. Kasus pengusiran tamu dari hotel ini masih menjadi sorotan dan menimbulkan kontroversi di masyarakat.





