Anak Pejabat RI Berjuang Tanpa Nebeng Nama Orangtua

by

Soesalit Djojoadhiningrat, anak dari RA Kartini dan Bupati Rembang, Raden Mas Adipati Ario Djojodiningrat, memilih jalan yang berbeda dalam meniti karirnya. Meski sebenarnya berhak menggantikan ayahnya sebagai bupati, Soesalit menolak dan memilih bergabung dengan tentara pada tahun 1943. Setelah dilatih oleh tentara Jepang, dia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) dan terlibat dalam sejumlah pertempuran melawan Belanda setelah kemerdekaan Indonesia.

Panglima Divisi II Diponegoro pada 1946, Soesalit juga pernah menjabat sebagai penasehat Menteri Pertahanan di Kabinet Ali Sastro pada 1953. Meskipun merupakan putra dari Kartini, Soesalit tidak pernah mencitrakan dirinya sebagai keturunan bangsawan atau menyebutkan nama orang tuanya dalam perjalanan hidupnya. Dia memilih untuk hidup sebagai veteran dan tetap melarat hingga akhir hayatnya pada 17 Maret 1962.

Keputusan Soesalit untuk meniti karirnya tanpa memanfaatkan nama besar orang tuanya menunjukkan keberaniannya dalam mengejar kesuksesan secara mandiri. Meski hidup dalam keterbatasan, Soesalit tetap memilih untuk tidak menggantungkan diri pada kedudukan atau keturunan, melainkan berjuang dengan kemampuan dan keberanian pribadinya. Tindakan itu membuatnya dikenal sebagai sosok yang gigih dan berdedikasi dalam menjalani hidupnya.

Source link