Hilangnya Anak Rockefeller di Papua: Fakta Terbaru

by

Kisah hilangnya Michael Rockefeller, putra dari keluarga miliuner asal Amerika Serikat, di pedalaman Papua tahun 1961 hingga kini masih jadi misteri. Michael, antropolog muda sekaligus anak dari Nelson Rockefeller, yang merupakan Wakil Presiden AS periode 1974-1978, datang ke Papua bersama tim Universitas Harvard. Mereka mendokumentasikan kehidupan Suku Dani dan menghasilkan film dokumenter berjudul Dead Birds. Namun ketertarikannya pada Papua belum berhenti. Pada tahun 1961, Michael kembali ke wilayah Asmat bersama pakar seni Belanda, Rene Wassing, serta dua pemandu lokal. Perjalanan mereka di perahu melalui Sungai Betsj berujung pada petaka ketika perahu terbalik akibat badai. Michael kemudian hilang dan tidak pernah ditemukan kembali.

Nelson Rockefeller langsung terbang ke Papua untuk memantau pencarian yang dilakukan, namun hasilnya nihil. Teori-teori mengenai hilangnya Michael bermunculan, mulai dari dibunuh dan dimakan suku lokal hingga tenggelam atau dimangsa oleh buaya. Hingga saat ini, lebih dari enam dekade berlalu, misteri mengenai keberadaan Michael Rockefeller di Papua masih belum terpecahkan. Jurnalis AS, Carl Hoffman, dalam bukunya Savage Harvest (2014) juga mendiskusikan beberapa teori mengenai hilangnya Michael Rockefeller namun tidak ada yang dapat dipastikan. Mungkin saja misteri ini akan tetap menjadi tanda tanya besar bagi banyak orang.

Source link