Muhammad Said Didu, seorang aktivis sosial, kembali menyoroti beberapa pendukung mantan Presiden Jokowi yang kerap membela dalam kontroversi seputar ijazah palsu. Nama-nama seperti Relly Reagen, Andi Azwan, dan Freddy Damanik disebutnya sebagai contoh. Menurutnya, publik mulai memberikan julukan “Termul” kepada siapa pun yang terlalu keras dalam pendapat mereka, bahkan jika itu salah. Kata-kata tersebut tidak hanya terkait dengan pendukung Jokowi, tetapi juga dengan siapa pun yang terlibat dalam diskusi tanpa dasar yang jelas.
Sebelumnya, Firdaus Oiwobo mencuri perhatian dengan menciptakan istilah Termul. Melalui unggahan di akun Instagram-nya, ia mengumumkan pembentukan organisasi bernama Termul. Dalam video yang diunggah, Firdaus menyatakan dirinya sebagai pendiri dan ketua umum organisasi tersebut. Tujuan dari organisasi tersebut adalah untuk menanggapi kritik yang dilontarkan oleh kelompok Roy Suryo dan Rismon Sianipar.
Said Didu menilai sikap keras dan ngotot dalam diskusi bukanlah sesuatu yang hanya dimiliki oleh pendukung Jokowi, tetapi sudah menjadi perilaku umum di tengah masyarakat. Menurutnya, penting untuk melakukan debat dengan landasan yang kuat dan tidak hanya mengedepankan pendapat tanpa dasar. Komentar Said Didu ini mengingatkan semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyuarakan pendapat dan membela argumen tanpa menyudutkan pihak lain.





