Tuan Rondahaim Saragih: Napoleon dari Batak yang Pahlawan

by -52 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja mengumumkan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Keputusan Presiden ini didasarkan pada Keppres Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah satu dari sepuluh nama yang mendapat gelar tersebut adalah almarhum Tuan Rondahaim Saragih, yang berasal dari Sumatera Utara dan diberikan gelar Pahlawan Nasional dalam Bidang Perjuangan Bersenjata. Tuan Rondahaim, yang akrab disapa “Napoleon der Bataks”, memiliki sejarah perjuangan melawan kolonialisme Belanda dari tanah Simalungun dan sekitarnya pada abad ke-19.

Lahir pada tahun 1828 di Simandamei, Sinondang, Pamatang Raya, Tuan Rondahaim berasal dari keluarga bangsawan Partuanon Raya. Ia diangkat sebagai Raja Raya ke-14 Partuanan Raya pada tahun 1876 dan berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di Simalungun untuk melawan penjajahan Belanda. Selama masa pemerintahannya, Partuanan Raya menjadi satu-satunya kerajaan di Simalungun yang berhasil menahan serbuan Belanda.

Dengan sikap konsisten, tegas, dan pantang menyerah, kepemimpinan Tuan Rondahaim diakui dan dihormati oleh rakyatnya. Ia wafat pada tahun 1891, namun perlawanan terhadap kolonialisme di Simalungun semakin melemah setelah kepergiannya. Belanda kembali mengambil alih kekuasaan di Simalungun setelah lima tahun kematiannya dengan memaksa putra Tuan Rondahaim mengakui kekuasaan mereka.

Tuan Rondahaim diakui atas jasanya melawan kolonialisme dengan dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa oleh Presiden BJ Habibie pada tahun 1999. Namanya juga diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Kota Pematang Siantar dan menjadi nama rumah sakit umum daerah di Sumatera Utara. Dengan penganugerian gelar Pahlawan Nasional, Tuan Rondahaim Saragih dikenang sebagai pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Source link