Pohon Terbuang di RI, Sorotan Terbaru

by -96 Views

Pohon kelapa sawit di Indonesia terus berkembang dan berdampak pada deforestasi. Menurut penelitian berjudul “What causes deforestation in Indonesia?” (2019), perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab terbesar deforestasi antara tahun 2001-2016, dengan Sumatra dan Kalimantan menjadi provinsi dengan deforestasi tertinggi. Deforestasi menyebabkan berbagai dampak ekologis, seperti meningkatnya suhu atmosfer dan risiko banjir akibat hilangnya tutupan hutan. Keberadaan kayu gelondongan usai banjir di Sumatra menjadi bukti dari ekspansi kebun sawit yang masif. Permintaan tinggi akan minyak kelapa sawit turut mendorong pertumbuhan industri ini, dengan pendapatan negara diprediksi mencapai angka yang mencengangkan.

Kelapa sawit, yang dahulu diabaikan, kini menjadi komoditas bernilai tinggi di Indonesia. Mulai dikenal pada tahun 1848 saat pemerintah kolonial Belanda menanam bibit di Kebun Raya Bogor, kelapa sawit mulai dianggap sebagai tanaman yang menjanjikan setelah berbuah dalam waktu singkat. Sejak itu, kelapa sawit berkembang pesat menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia. Meskipun industri kelapa sawit sempat terhenti akibat pendudukan Jepang, namun kembali bangkit pasca kemerdekaan dan mencapai puncaknya pada tahun 1970-an.

Dalam sejarahnya, kelapa sawit telah menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia, terutama dalam industri sabun dan mentega. Eksistensinya pun tercatat dalam berbagai buku sejarah ekonomi Indonesia, mencerminkan betapa pentingnya komoditas ini bagi perekonomian Indonesia. Meski mengalami pasang surut, industri kelapa sawit tetap menjadi salah satu sektor ekonomi yang mendukung pertumbuhan negara. Perlu adanya upaya untuk mengelola ekspansi kebun sawit secara berkelanjutan, dengan memperhatikan dampak lingkungan dan risiko deforestasi guna memastikan kelangsungan industri ini dalam jangka panjang.

Source link