Pandangan Menakjubkan: Banjir Lahar Semeru Mirip Tsunami

by -82 Views

Artikel ini merupakan bagian dari CNBC Insight, yang memberikan ulasan sejarah untuk menjelaskan situasi saat ini melalui relevansinya dengan masa lalu. Terutama dalam konteks bencana, artikel ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap upaya mitigasi bencana.

Pada Minggu malam, 29 Agustus 1909, sekelompok kuli dari Pasuruan sedang bekerja di dekat Kali Besuk, di kaki Gunung Semeru, melakukan berbagai pekerjaan rutin. Namun, suasana berubah secara drastis ketika gunung tersebut meletus. Suara dentuman keras dan asap tebal mengepul dari puncak gunung, mengirimkan gelombang lumpur, pasir, dan puing ke sekitar jembatan dan area perkampungan.

Sebuah arus bandang melanda, menghancurkan segala yang ada di jalurnya. Para pekerja hanya bisa berlindung di satu titik daratan kecil untuk menyelamatkan diri. Malam itu terasa seperti mimpi buruk yang tak berujung.

Pada pagi hari, skala kehancuran menjadi jelas. Letusan Gunung Semeru telah menyapu habis segala sesuatu di sekitarnya. Material vulkanik mengepulkan lereng gunung, menimbun sawah, merusak bangunan dan infrastruktur, serta menyebabkan korban jiwa yang cukup besar. Efek negatif dari bencana ini terasa luas dan berkepanjangan.

Eksistensi letusan Gunung Semeru pada tahun 1909 masih menjadi pengingat bahwa gunung berapi ini memiliki potensi destruktif yang harus diwaspadai. Kejadian sejarah ini tetap relevan hingga saat ini, menunjukkan pentingnya upaya mitigasi bencana untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman yang serupa.

Source link