Surga Bumi Ditemukan: Lokasi Tersembunyi yang Dicari Ratusan Tahun

by -67 Views

Imajinasi orang Eropa tentang surga tidak selalu berkaitan dengan kehidupan setelah mati. Mereka juga membayangkan surga di muka bumi-tempat indah untuk melepas penat, memanjakan, dan menata ulang kehidupan. Dalam khayalan tersebut, surga berisi gunung, pantai, hutan lebat, lautan, serta kesenian yang hidup bersama dalam satu ruang.

Sejak era penjelajahan samudra dimulai, orang Eropa menemukan jawaban atas mimpi lama mereka tentang surga dunia. Pulau Bali di Indonesia menjadi salah satu tempat yang paling mendekati bayangan itu, dijuluki sebagai The Last Paradise atau surga terakhir. Pada awalnya, Bali terisolasi dari orang Eropa, tetapi pada abad ke-16, kontak pertama terjadi melalui penjelajah Belanda Cornelis de Houtman.

Pada awal abad ke-20, Bali mulai diposisikan sebagai tujuan pariwisata oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Bali dianggap sebagai “museum hidup” dengan keindahan alam, kesenian, keramahan penduduk, sistem kasta, dan praktik keagamaan yang unik. Sejarawan Frances Gouda mengungkap bahwa Bali dianggap sebagai surga romantis yang menarik bagi orang Eropa.

Proses Balinisasi dan peran penting para seniman dalam melukiskan keindahan Bali membantu membuka arus wisatawan ke Bali. Mulai dari pembukaan paket tur pada 1920-an hingga kedatangan ribuan wisatawan asing setiap tahun pada 1936 menunjukkan popularitas Bali sebagai tujuan pariwisata. Meskipun menimbulkan polemik dan kritik bahwa Bali telah “dijual” demi keuntungan kolonial, citra Bali sebagai The Last Paradise terus bertahan.

Setelah Indonesia merdeka, daya tarik Bali sebagai surga terakhir semakin kuat. Pulau Dewata tetap menjadi destinasi wisata yang ramai setiap musim liburan, di mana wisatawan ingin mengejar imajinasi lama orang Eropa tentang surga di bumi.

Source link