Budaya malas membaca dan kurang literasi telah menjadi masalah yang menonjol di Indonesia. Dampak dari normalisasi hal ini dapat dilihat dari berbagai hal, termasuk penggunaan fasilitas yang tidak sesuai fungsinya. Salah satu contohnya dibagikan oleh akun @iimsobari di media sosial Threads, yang menunjukkan bagaimana fasilitas Pengering Payung dijadikan tempat sampah karena kurangnya literasi.
Pengering payung yang seharusnya digunakan sesuai fungsinya justru dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah botol plastik. Akun tersebut menunjukkan kekecewaannya terhadap situasi ini, mengingat jelas tertera fungsi dari fasilitas tersebut namun tetap saja disalahgunakan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah masalah ini disebabkan oleh kurangnya literasi, kurangnya kepedulian, atau bahkan sengaja dilakukan.
Kejadian ini menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya literasi dan kepatuhan terhadap aturan yang ada. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas publik dengan benar, sesuai dengan fungsinya. Semua pihak perlu bekerja sama untuk mengatasi budaya malas membaca dan kurang literasi agar dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan teratur.





