Pada awal kemerdekaan Indonesia, negara Israel berulang kali mengirim pesan dan surat kepada Presiden Indonesia. Namun, semua usaha itu diabaikan karena Indonesia telah menegaskan sikapnya untuk mendukung Palestina. Meskipun Indonesia awalnya menerima pengakuan dari Israel, tetapi sikap menolak Israel menjadi prinsip yang tidak akan berubah. Prinsip ini tidak hanya berasal dari kebijakan luar negeri, tetapi juga didasari oleh ideologi yang tertanam dalam Pembukaan UUD 1945. Terlepas dari usaha diplomasi yang dilakukan oleh Israel, seperti pengiriman surat berisi ucapan selamat dan tawaran bantuan, Indonesia tetap kukuh dalam penolakannya terhadap Israel. Alasan utamanya adalah mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan adanya dukungan dari negara-negara Arab dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sikap Indonesia yang anti-Israel terus terwujud dalam kebijakan konkret, seperti tidak mengundang Israel dalam Konferensi Asia Afrika 1955 dan menolak kehadiran delegasi Israel pada Asian Games 1962. Hingga kini, Indonesia belum menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Respon Presiden RI terhadap Pesan dari Israel: Begini Tanggapannya





