Kiamat Gegara Iran: BBM Langka, Warga Beralih Pakai Kayu Bakar

by

Naskah CNBC Insight membahas dampak keputusan Iran menutup Selat Hormuz sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat dan Israel. Keputusan tersebut mengguncang pasar energi global dan menimbulkan kekhawatiran lonjakan harga minyak serta ancaman penurunan pasokan. Peristiwa ini memicu ingatan akan krisis minyak AS pada tahun 1979, di mana masyarakat harus mengantre dan bahkan menggunakan kayu bakar sebagai alternatif energi. Berdasarkan riset, kejadian ini membawa penurunan produksi minyak Iran yang meningkatkan ketidakstabilan ekonomi global dan memicu krisis energi.

Iran mengalami perubahan besar dengan jatuhnya kekuasaan monarki Mohammad Reza Pahlavi yang digantikan Republik Islam yang dipimpin oleh Ruhollah Khomeini. Revolusi ini menyebabkan gangguan dalam sektor energi, termasuk pemogokan dan eksodus tenaga kerja asing. Krisis ini mengakibatkan sorotan global terhadap pasokan minyak dan harga dunia naik signifikan. AS pun mengalami krisis serupa pada tahun 1979, dengan antrean panjang di SPBU dan terbatasnya pasokan bahan bakar.

Presiden Jimmy Carter menyebut situasi tersebut sebagai krisis nasional dan mendorong penggunaan energi alternatif seperti panel surya dan kayu bakar. Sejumlah negara bagian AS menerapkan kebijakan pembatasan untuk menghemat energi, hal ini berlangsung selama delapan bulan dan efeknya sangat besar. Namun, krisis ini membawa kesadaran akan pentingnya diversifikasi sumber energi dan pengurangan ketergantungan pada minyak impor. Setiap ketegangan di Selat Hormuz kini selalu menyala kembali ingatan akan krisis minyak AS pada tahun 1979, menciptakan dampak yang tidak terlupakan dalam sejarah energi global.

Source link