Wanita Sukses Membangun Bisnis Rp185 T dari Nol

by

Luana Lopes Lara adalah seorang wanita Brazil yang memiliki perjalanan hidup yang tidak biasa. Lulusan ilmu komputer dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Luana pernah menjadi penari balet profesional sebelum akhirnya berhasil membangun perusahaan teknologi bernilai miliaran dolar hanya dalam enam tahun. Sekarang, pada usia 29 tahun, Luana telah dinobatkan sebagai miliarder perempuan termuda di dunia yang meraih kekayaan secara mandiri setelah perusahaannya, Kalshi, memperoleh pendanaan baru yang meningkatkan valuasi perusahaan hingga US$11 miliar atau sekitar Rp185 triliun.

Meskipun telah mencapai banyak pencapaian, Luana mengungkapkan bahwa masa sekolah menengahnya merupakan periode paling berat dalam hidupnya. Sebelum terjun ke dunia teknologi dan bisnis, Luana menjalani pendidikan balet di Bolshoi Theater School di Brasil, di mana latihan sangat keras dan persaingan di antara para penari sangat ketat. Namun, di balik semua kesulitan itu, Luana selalu memiliki ambisi yang besar, dengan cita-cita menjadi seperti Steve Jobs.

Dorongan Luana untuk berprestasi sebagian berasal dari latar belakang keluarganya, yang terdiri dari seorang ibu guru matematika dan ayah insinyur listrik. Ia meraih berbagai prestasi akademik, termasuk medali emas dalam Olimpiade Astronomi Brasil dan medali perunggu dalam Olimpiade Matematika Santa Catarina. Setelah meniti karier sebagai penari balet profesional, Luana memutuskan untuk berhenti dan meneruskan studi di MIT, di mana ia bertemu dengan rekannya, Tarek Mansour, dan bersama-sama mendirikan Kalshi setelah mendapatkan persetujuan federal dari CFTC untuk beroperasi secara legal.

Kesuksesan Kalshi terus berkembang pesat, dengan valuasi perusahaan melonjak menjadi US$11 miliar setelah berhasil mengumpulkan pendanaan sejumlah US$1 miliar. Luana dan Tarek masing-masing memiliki sekitar 12% saham perusahaan, membuat kekayaan mereka diperkirakan mencapai US$1,3 miliar. Saat ini, Kalshi mencatat volume perdagangan lebih dari US$1 miliar setiap minggu dan terus memperluas jangkauannya dengan menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan ternama. Potensi bisnis ini dinilai masih sangat besar, sehingga menarik minat banyak pihak untuk berinvestasi.

Source link