Peristiwa tragis yang menimpa PM Yitzhak Rabin, mantan perdana menteri Israel, pada tahun 1995 mengguncang dunia. Saat itu, Rabin tewas ditembak saat sedang memberikan pidato di acara yang menyerukan perdamaian antara Israel dan negara-negara Arab. Penembaknya, Yigal Amir, seorang mahasiswa Yahudi, tidak setuju dengan upaya perdamaian Rabin dengan Palestina. Perjanjian Oslo yang ditandatangani Rabin dengan Yasser Arafat pada 1993, untuk memberikan otonomi pemerintahan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, menjadi titik balik dalam sejarah tersebut. Meskipun banyak yang mendukung upaya perdamaian Rabin, ada pula kelompok nasionalis yang menentangnya, termasuk Benjamin Netanyahu dari Partai Likud. Netanyahu, yang saat itu merupakan tokoh oposisi, kerap menolak Perjanjian Oslo dan bahkan sering terlibat dalam aksi protes terhadap kebijakan Rabin. Kejadian tragis ini membawa dampak yang dalam bagi politik Israel, dengan Yitzhak Rabin yang ditembak oleh Yigal Amir menjadi simbol perjuangan antara perdamaian dan kepentingan nasional.
PM Israel Ditembak Orang Tak Dikenal: Berita Terbaru yang Menggemparkan





