Ayatollah Ali Khamenei Puji Presiden RI sebagai Pemersatu Bangsa

by

Sebelum wafat, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Presiden pertama RI, Soekarno, dalam memoar yang memaparkan pengalaman hidupnya ketika ditahan di penjara pada masa rezim monarki Iran. Kisah tersebut tertuang dalam memoar berjudul Cell No. 14 (2021), yang menceritakan bagaimana Khamenei ditahan pada 1970-an karena melawan pemerintahan Shah Iran, Mohammad Reza Pahlavi. Selama di penjara, Khamenei berbagi sel dengan seorang pemuda komunis yang tertutup dan jarang berbicara tentang dirinya. Setelah mengetahui identitasnya, Khamenei berusaha membantu pemuda tersebut yang mengalami tekanan mental setelah ditangkap. Pemuda itu ternyata khawatir Khamenei akan mengajaknya bergabung dalam organisasi Muslim, karena dia tidak mempercayai agama apapun.

Namun, Khamenei menenangkan tahanan tersebut dan mengutip gagasan Soekarno tentang persatuan di tengah perbedaan. Soekarno pernah menyebut bahwa dasar persatuan negara-negara berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan ‘kesatuan kebutuhan.’ Khamenei menunjukkan kekagumannya terhadap ide tersebut dan menyatakan bahwa agama seharusnya tidak menjadi faktor pemisah di antara mereka. Pemuda komunis pun mulai merasa akrab dengan Khamenei setelah mendengar pandangannya.

Setelah bebas dari penjara, aktivisme Khamenei berhasil membawa perubahan besar di Iran, di mana tahun 1979, monarki Iran runtuh dan berubah menjadi Republik Islam Iran. Tahukah kamu bahwa Presiden Sukarno dari Indonesia pernah mengatakan pada Konferensi Bandung bahwa dasar persatuan negara-negara berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan ‘kesatuan kebutuhan’? Itulah yang ingin disampaikan Khamenei kepada pemuda komunis dan menjadi inspirasi bagi perubahan yang terjadi di Iran.

Source link