Pasukan perdamaian RI telah mengalami tragedi yang mengakibatkan seorang prajurit gugur dan beberapa anggota lainnya luka-luka selama misi perdamaian di Mesir. Pratu Misdi, seorang tentara asal Magelang, dilaporkan meninggal karena tembakan jarak dekat saat menjalankan patroli di Jalur Gaza. Media masa pada saat itu memberikan dua versi berbeda mengenai penyebab kematiannya, namun jenazahnya akhirnya diterbangkan kembali ke Indonesia setelah proses pemulangan yang penuh kendala.
Pasukan Garuda, sebutan untuk pasukan perdamaian Indonesia, mendapat sambutan meriah dan apresiasi langsung dari pemerintah setelah kembali dari misi internasional mereka. Presiden Soekarno memberikan penghargaan kepada seluruh anggota batalion Garuda karena keberhasilan dalam menjalankan tugas perdamaian dunia. Insiden tragis ini menunjukkan bahwa prajurit Indonesia telah berkorban dalam menjaga perdamaian global, meskipun dalam prosesnya terdapat risiko yang harus dihadapi. Mereka pantas mendapat penghormatan atas pengabdiannya untuk negara dan dunia.





