Film Horor Indonesia Terbaru Bisikan Desa Gringsing Cannes 2026

by

Film Horor Bisikan Desa Gringsing: Modernisasi Industri Perfilman Indonesia

Industri perfilman Indonesia kini memasuki era baru yang lebih maju dan kompetitif di kancah internasional. Film Bisikan Desa Gringsing tidak hanya menghadirkan cerita mencekam, tetapi juga menghadirkan inovasi teknologi melalui penggunaan virtual production, yang biasanya hanya terkait dengan produksi film Hollywood.

Film yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana ini menjadi film horor panjang pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi LED volumetric stage dengan resolusi tinggi. Teknologi ini memungkinkan pembuatan latar belakang digital secara langsung selama proses pengambilan gambar berlangsung.

Virtual Production: Bahasa Visual Baru

Virtual production bukan hanya sekadar alat teknis, tetapi juga merupakan bentuk baru dari bahasa visual dalam industri perfilman Asia Tenggara. CEO Oceanus Media Global, Nick GC Tan, menyatakan bahwa teknologi ini membawa inovasi baru bagi perfilman di Asia Tenggara.

Kolaborasi lintas Negara dan Terobosan Produksi

Proses produksi film ini melibatkan kolaborasi antara tiga negara dan memanfaatkan fasilitas canggih di Iskandar Malaysia Studios. Dukungan pemerintah dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura melalui program insentif perfilman dan ekonomi kreatif juga turut mengangkat standar produksi film ini.

Aktor senior seperti Surya Saputra, Kiki Narendra, Mian Tiara, dan Fatmah Nahdi turut memperkuat film ini, dengan Aghniny Haque sebagai pusat dari kisah misterius yang digarap.

Foto adegan perdana dari film ini diperkenalkan dalam Festival Film Cannes 2026, sebagai upaya untuk memperluas pasar film horor Indonesia ke tingkat internasional. Setelah rilis di Indonesia, film ini juga akan dipasarkan ke Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan, menunjukkan potensi pasar yang luas bagi perfilman Indonesia.406

Source link