Usaha Penculikan pada Cucu Orang Terkaya Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia – Menjadi cucu orang terkaya di dunia tidak selalu menjamin hidup aman. John Paul Getty III, cucu dari taipan minyak Amerika Serikat, mengalami kisah tragis ketika dirinya diculik oleh mafia Italia pada tahun 1973. Kejadian ini menjadi sorotan dunia karena melibatkan keluarga superkaya dan aksi kriminal yang tak terduga.
Permintaan Tebusan dan Penolakan
Pada usia 16 tahun, Getty III diculik oleh kelompok kriminal Italia ‘Ndrangheta di Roma pada 10 Juli 1973. Para penculik meminta uang tebusan sebesar US$17 juta kepada keluarganya. Namun, sang kakek, J. Paul Getty, menolak untuk membayar tebusan tersebut karena khawatir hal serupa akan terulang pada keluarga lainnya. Hal ini membuat negosiasi buntu dan Getty III dipaksa untuk berada dalam penyekapan selama berbulan-bulan.
Ancaman dan Penemuan Getty III
Pada November 1973, para penculik meningkatkan tekanan dengan mengirimkan paket mengerikan ke kantor surat kabar di Roma. Di dalam paket terdapat sepotong telinga manusia, rambut berlumuran darah, dan pesan ancaman yang mengerikan. Akibat ancaman tersebut, keluarga Getty akhirnya membayar tebusan pada bulan Desember 1973. Setelah hampir enam bulan disandera, Getty III ditemukan dalam kondisi kritis.
Walau berhasil selamat, dampak traumatis dari penculikan tersebut menghantui Getty III sepanjang hidupnya. Dia terjerumus dalam kecanduan narkoba dan mengalami stroke pada 1981. Pada tahun 2011, Getty III meninggal dunia di usia 54 tahun, meninggalkan cerita tragis tentang kehidupan seorang cucu orang terkaya di dunia.



