Rekaman Mikrofon Bocor, Presiden AS Canda Soal Bom Rusia
Jakarta, CNBC Indonesia – Rekaman tes mikrofon yang bocor membuat dunia tegang. Presiden ke-40 Amerika Serikat (AS), Ronald Reagan, tanpa sengaja bercanda soal pengeboman Rusia dalam lima menit, dan ucapan itu tak sengaja bocor dan segera menyebar ke media hingga memicu reaksi keras dari Uni Soviet. Peristiwa itu terjadi pada 11 Agustus 1984.
Saat itu Reagan tengah bersiap menyampaikan pidato radio mingguannya dari Gedung Putih. Sebelum siaran dimulai, tim teknis melakukan pengecekan suara untuk memastikan mikrofon berfungsi dengan baik. Dalam suasana santai, Reagan kemudian melontarkan lelucon yang dia kira hanya didengar oleh orang-orang di ruangan tersebut. “Sahabat-sahabatku warga Amerika, saya senang memberi tahu Anda bahwa hari ini saya telah menandatangani undang-undang yang melarang Rusia untuk selamanya. Kita akan mulai membom dalam lima menit,” ungkapnya.
Reaksi Uni Soviet Terhadap Candaan Presiden Reagan
Ucapan itu sebenarnya hanya bagian dari tes mikrofon dan tidak dimaksudkan untuk disiarkan kepada publik. Namun, rekaman tersebut ikut tertangkap oleh jaringan radio yang sedang menyiapkan distribusi pidato presiden ke berbagai stasiun di seluruh AS. Tak lama kemudian, isi candaan itu bocor dan menyebar ke kalangan media, menjadi pemberitaan nasional.
Masalahnya, candaan itu muncul pada masa hubungan AS dengan Rusia yang saat itu bagian dari Uni Soviet sedang sangat tegang di tengah era Perang Dingin. Reagan sendiri dikenal sebagai sosok yang keras terhadap Negara Komunis itu. Dia bahkan pernah menyebutnya sebagai “evil empire” atau kekaisaran jahat.
Reaksi resmi dari pemerintah Soviet terhadap candaan Reagan relatif singkat. Wakil Menteri Luar Negeri Soviet saat itu, Valentin Kamenev, hanya mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki komentar. Meski demikian, kesal dan curiga terhadap niat AS semakin terasa di pihak Soviet.
Penjelasan dan Penyesuaian Hubungan AS dengan Uni Soviet
Untuk meredakan ketegangan, pejabat AS memberikan penjelasan kepada pihak Uni Soviet bahwa komentar Reagan hanya candaan spontan dan tidak mencerminkan kebijakan resmi Amerika Serikat. Walaupun terjadi kontroversi, insiden tersebut tetap dikenang sebagai salah satu candaan yang salah tempat dalam sejarah AS.



