Ahmad Yani: Jenderal TNI yang Dipanggil Bung Karno sebagai Pengganti Presiden
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.
Jakarta, CNBC Indonesia – Sejarah mencatat sebuah kejadian menarik di mana Presiden Soekarno memanggil Jenderal TNI Ahmad Yani saat mendapat wangsit saat tidur siang. Kejadian ini terjadi pada bulan September 1965, di mana Ahmad Yani, Kepala Staf Angkatan Darat saat itu, mendapat panggilan mendadak dari Soekarno.
Permintaan Mengejutkan dari Bung Karno
Tanpa bersiap dan masih dalam pakaian golf, Ahmad Yani segera menghadap Soekarno di Istana Negara. Dalam pertemuan itu, Soekarno menjelaskan alasan di balik panggilannya. Beliau menceritakan bahwa dalam tidur siangnya, ia menerima wangsit yang menyebutkan bahwa Ahmad Yani adalah orang yang ditunjuk untuk menggantikannya apabila terjadi sesuatu yang menghalangi Soekarno memimpin Indonesia.
Ahmad Yani pada awalnya terkejut dengan permintaan itu. Ia merasa masih ada tokoh lain yang lebih senior dan berpengaruh untuk menggantikan Soekarno. Namun, dengan keyakinan bahwa petunjuk yang diterima presiden sangat jelas, Ahmad Yani pun menerima tugas itu dengan berat hati.
Hubungan Dekat Soekarno dan Ahmad Yani
Kedekatan antara Soekarno dan Ahmad Yani bukanlah hal yang baru. Sejak Yani menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, kedua tokoh tersebut telah menjalin hubungan erat. Soekarno melihat sifat Yani yang fleksibel sebagai karakter yang sangat ia sukai.
Justru karena kedekatan tersebut, Soekarno sangat terpukul ketika mendengar bahwa Ahmad Yani menjadi salah satu korban dalam peristiwa G30S. Peristiwa kelam itu juga mengubah arah sejarah Indonesia, di mana jabatan Presiden Republik Indonesia kemudian dipegang oleh Jenderal Soeharto.



