Saat Presiden RI Marah dan Bentak Menteri Ekonomi: Kisah di Rumah Pribadi

by

Soeharto Membentak Menteri Ekonomi di Proyek Asahan

Pada tahun 1976, Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto, mengalami momen di mana dia harus memarahi para menteri ekonomi karena anggaran proyek strategis yang penting tidak kunjung turun. Peristiwa ini terjadi dalam lingkaran kekuasaan yang tidak biasa bagi publik.

Proyek Asahan: Pentingnya Mendapatkan Anggaran yang Cukup

Proyek Asahan merupakan megaproyek industri dan kelistrikan hasil kerja sama Indonesia dengan beberapa perusahaan Jepang. Proyek ini memanfaatkan aliran Sungai Asahan sebagai sumber energi bagi pembangkit listrik dan pabrik peleburan aluminium, dengan nilai proyek mencapai 411 miliar yen atau sekitar Rp1,7 triliun pada zamannya.

Presiden Soeharto sangat memperhatikan proyek ini dan menunjuk A.R. Soehoed, orang kepercayaannya, sebagai Ketua Otorita Proyek Asahan. Namun, anggaran yang dibutuhkan untuk proyek tersebut tak kunjung turun dari pemerintah, sehingga Soehoed berusaha meminta klarifikasi kepada menteri terkait namun tidak membuahkan hasil.

Kemarahan Soeharto dan Dampaknya

Setelah melihat sulitnya Soehoed mendapatkan anggaran, Presiden Soeharto langsung bertindak. Dia memanggil Soehoed beserta jajaran menteri ekonomi ke rumah pribadinya.

Dalam pertemuan tersebut, Soeharto meluapkan kemarahannya kepada para pembantunya karena dianggap meremehkan pentingnya Proyek Asahan. Seluruh peserta rapat terdiam dan tak berani menatap wajah presiden, sehingga suasana ruangan pun sangat tegang.

Setelah insiden tersebut, akhirnya anggaran untuk Proyek Asahan mulai mengalir dan proyek tersebut dapat terus berjalan. Proyek ini pun berhasil diresmikan pada 6 November 1984 setelah kerja sama dengan Jepang berakhir pada 9 Desember 2013.

Source link