Wakil Presiden RI Terduga Agen CIA: Fakta Terbaru

by






Adam Malik Pernah Dituduh Sebagai Agen CIA

Adam Malik Pernah Dituduh Sebagai Agen CIA

Pertemuan Rahasia dan Tuduhan Kontroversial

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Presiden ke-3 RI, Adam Malik, ternyata pernah dituduh sebagai agen badan intelijen Amerika Serikat atau Central Intelligence Agency (CIA). Pria yang lahir tepat hari ini 99 tahun lalu itu dikaitkan dengan CIA dalam buku karya jurnalis investigasi Amerika Serikat, Tim Weiner, yang mengulas sejarah operasi rahasia badan intelijen tersebut di berbagai negara.

Buku tersebut adalah Legacy of Ashes: The History of the CIA yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Membongkar Kegagalan CIA (2008). Dalam buku itu, Weiner menceritakan pertemuan Adam Malik dengan agen senior CIA, Clyde McAvoy, di tempat rahasia Jakarta.

Pengakuan dan Keterlibatan Adam Malik

“Malik bertemu perwira CIA, Clyde McAvoy di sebuah tempat rahasia dan aman di Jakarta. McAvoy adalah operator rahasia yang selama satu dekade sebelumnya telah membantu merekrut seorang perdana menteri masa depan bagi Jepang dan dia datang ke Indonesia dengan tugas menyusup ke dalam PKI dan pemerintahan Sukarno,” ungkap Tim Weiner.

Dalam wawancara ke Weiner, McAvoy mengaku melakukan perekrutan langsung ke sosok diplomat tersebut.

“Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik. […] Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut,” kata McAvoy kepada Tim Weiner dalam wawancara pada 2005.

Dukungan dan Bantahan Terkait Tuduhan

Menurut paparan Weiner, CIA berupaya mengonsolidasikan kekuatan politik di Indonesia dengan membentuk “pemerintahan bayangan”. Waktu itu, CIA merasa perlu membangun kedekatan dengan Indonesia supaya negara ini tidak jatuh ke tangan Uni Soviet dan komunismenya.

Weiner juga menulis bahwa beberapa hari kemudian setelah pertemuan Adam Malik dan McAvoy terjadi pertemuan lanjutan. Kali ini, antara Adam Malik dengan atase politik Kedutaan Besar AS di Jakarta, Bob Martens. Dalam pertemuan tersebut, Martens disebut menyerahkan daftar berisi 67 tokoh PKI kepada utusan Adam Malik.

Sejarawan Taufik Abdullah juga menyangkal tuduhan tersebut. Menurutnya, itu tidak masuk akal. “Itu kan intel, nah kalo intel itu apa yang dilakukan, tentunya mencari informasi dan memberikan informasi terbaik. Berdasarkan riwayat hidup pak Adam Malik, maka sulit saya menerima itu,” katanya, dikutip dari situs UGM.

(mfa/wur)

Source link