Anak Presiden RI ‘Turun Gunung’ Selamatkan Rupiah

by






Anak <a href="https://portalkompas.co/2026/08/04/presiden-ri-di-tempat-keramat-kisah-warga-bikin-geger/">Presiden RI</a> Turun Gunung Selamatkan Rupiah, Bikin Gerakan Ini

Anak Presiden RI Terjun Langsung Selamatkan Rupiah dengan Gerakan Cinta Rupiah

Jakarta, CNBC Indonesia – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat anak Presiden RI ikut ‘turun gunung’ membantu pemerintah menyelamatkan ekonomi. Anak presiden yang dimaksud adalah Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto, putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto. Pada awal 1998, Tutut menggagas gerakan khusus demi memperkuat rupiah di tengah krisis moneter. Kala itu, Indonesia memang sedang berada dalam situasi sulit.

Rintisan Gerakan Cinta Rupiah (Getar)

Menurut catatan Jan Luiten van Zanden dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), nilai tukar rupiah jatuh drastis dari semula stabil di kisaran Rp2.000 per dolar AS merosot hingga sekitar Rp10.000-12.000 per dolar AS. Kondisi ini dipicu gejolak mata uang baht Thailand pada pertengahan 1997 yang kemudian merambat ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.
Di tengah situasi tersebut, Tutut Soeharto pada Januari 1998 menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah (Getar). Tujuannya sederhana, yakni mengajak masyarakat melepas simpanan dolar AS demi membantu penguatan rupiah sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi nasional.

“Gerakan Cinta Rupiah (Getar) yang dipelopori oleh Ny. Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut benar-benar menggetarkan,” tulis koran Bali Post (16 Januari 1998). Tutut sendiri memberi contoh langsung dengan melepas US$50 ribu milik pribadinya untuk ditukar ke rupiah.

Partisipasi Pejabat dan Pengusaha

Tak lama setelah diinisiasi Tutut, sejumlah pejabat negara ikut melakukan hal serupa. Beberapa anggota MPR dan pejabat ekonomi seperti Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad dan Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono terlibat dalam aksi melepas kepemilikan dolar AS. Bahkan, pengusaha seperti Aburizal Bakrie turut serta dengan melepas US$100 ribu, menjadikannya sebagai individu terbesar yang melepas kepemilikan dolar di Indonesia.

Sukamdani Sahid Gitosardjono juga turut serta dengan melepas US$50.100 dan merelakan 1 Kg emas miliknya kepada pemerintah. Gerakan Cinta Rupiah mulai meluas diikuti masyarakat dari berbagai kalangan profesi. Tutut juga kembali menambah kontribusinya dengan menyerahkan 2 kilogram emas miliknya kepada pemerintah.

Kritik terhadap gerakan tersebut muncul karena dana yang terkumpul dianggap tidak akan cukup kuat menahan tekanan pasar. Pasca gerakan, nilai tukar rupiah terus melemah dalam bulan-bulan berikutnya, memicu krisis sosial dan politik yang berujung pada pengunduran diri Soeharto pada 21 Mei 1998 setelah lebih dari 32 tahun berkuasa.

Source link