Guru Spiritual Pencetus Ramalan Sukses Presiden RI

by

Rama Diyat: Guru Spiritual Presiden RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Di balik kekuasaan seorang presiden, terkadang ada sosok yang jarang diketahui publik. Bagi Presiden ke-2 RI Soeharto, sosok itu adalah guru spiritual bernama Rama Diyat atau Raden Panji Soediyat Prawirokoesoemo. Kedekatannya dengan orang nomor satu di Indonesia membuat rumah Rama Diyat disebut selalu dijaga kendaraan militer.

Hal tersebut diungkapkan Hakim Agung Adi Andojo Soetjipto yang pernah bertetangga dengan Rama Diyat di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, pada 1970-an. Dalam memoarnya Menyongsong dan Tunaikan Tugas Negara Sampai Akhir, Sebuah Memoar (2007), Adi mengaku kerap melihat kendaraan militer berada di rumah tetangganya itu.

“Di Jalan Sriwijaya itu kami bertetangga dengan penasehat spiritual Presiden Soeharto, yakni Romo Diyat. Nyatanya di rumah Romo Diyat itu selalu ada kendaraan militer yang berada di situ, mungkin kendaraan pengawal,” tulis Adi.

Siapa sebenarnya Rama Diyat?

Menurut Ahmad Moestahal dalam Dari Gontor ke Pulau Buru: Memoar H. Achmadi Moestahal (2002), Rama Diyat diangkat Soeharto sebagai asisten pribadi dengan pangkat Brigadir Jenderal Kehormatan.

“Romo P. Sudiat atau lebih sering disebut Romo Lengkung ini diangkat sebagai Spri dengan pangkat Brigjen Kehormatan,” tulis Moestahal.

Hubungan Rama Diyat dengan Soeharto

Sejarawan M.C. Ricklefs dalam Mengislamkan Jawa (2013) juga menyebut Rama Diyat merupakan guru spiritual Soeharto. Dia kerap memimpin ritual di Jambe Pitu, Gunung Selok, kawasan Pantai Selatan Jawa. Ricklefs tidak dapat memastikan apakah Soeharto hadir langsung dalam ritual tersebut atau hanya mengirim utusan.

Hubungan keduanya disebut semakin erat ketika Soeharto mengalami masa-masa sulit dalam karier militernya. Salah satunya terjadi pada pertengahan 1965.

Waktu itu, Soeharto merasa kariernya stagnan. Dia kalah pamor dari rekan-rekan seangkatannya dan tak memperoleh jabatan strategis. Saat Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1963, dia bahkan berada di bawah komando Omar Dhani yang merupakan juniornya.

Soeharto pun mengurungkan niatnya. Tak lama kemudian meletus peristiwa G30S 1965. Setelah sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat gugur, Soeharto mengambil alih kendali operasi dan kariernya melesat hingga akhirnya menjadi Presiden ke-2 RI.

Meski memiliki kedudukan istimewa di lingkungan Presiden, tidak banyak catatan resmi mengenai nasihat-nasihat yang diberikan Rama Diyat selama Soeharto memimpin Indonesia.

Source link