Gus Dur: Sejarah Maklumat Presiden di Tengah Malam
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Tepat hari ini 25 tahun lalu, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan Maklumat Presiden yang membekukan DPR dan MPR pada tengah malam. Namun, langkah tersebut justru berujung pada pemakzulannya.
Konflik Politik yang Berkepanjangan
Maklumat itu tidak muncul secara tiba-tiba. Keputusan tersebut menjadi puncak dari konflik politik berkepanjangan antara Gus Dur dengan DPR dan MPR yang telah berlangsung sejak awal masa pemerintahannya. Gus Dur dikenal sebagai presiden yang berani mengambil berbagai langkah yang kerap berbenturan dengan kepentingan elite politik.
Sejak menjabat pada 1999, Gus Dur dikenal sebagai presiden yang berani mengambil berbagai langkah yang kerap berbenturan dengan kepentingan elite politik. Bahkan, ia memilih sejumlah tokoh nonpartisan dalam membentuk kabinet, tidak mengikuti jatah partai.
Langkah yang Berujung Pada Pemakzulan
Rangkaian konflik politik antara Gus Dur dengan DPR dan MPR mencapai puncaknya ketika Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001 mengesahkan pemakzulan terhadapnya. Langkah terakhir yang diambil Gus Dur adalah menerbitkan Maklumat Presiden yang berisi pembekuan MPR dan DPR, serta pengembalian kedaulatan kepada rakyat melalui pemilu dalam satu tahun.
Meskipun berusaha mempertahankan jabatannya, Gus Dur menyadari bahwa dukungan dari TNI dan Polri tidak berpihak padanya. Sidang Istimewa MPR tetap berlanjut meskipun ada Maklumat Presiden yang dikeluarkan.
Akhirnya, MPR secara resmi memberhentikan Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia dan Megawati Soekarnoputri dilantik sebagai penggantinya. Pemerintahan Gus Dur yang berlangsung sekitar 21 bulan berakhir dengan dramatis setelah Maklumat Presiden diumumkan pada tengah malam.



