Pemanfaatan Sampah Plastik: Paving Menuju Target Pengurangan Limbah

by

Tumpukan sampah plastik yang sulit didaur ulang atau dikenal sebagai sampah plastik tertolak kini memiliki nilai ekonomi melalui inovasi daur ulang menjadi paving block ramah lingkungan. Sampah plastik yang digunakan berasal dari hasil kerja sama dengan berbagai mitra pengelola sampah serta kiriman masyarakat, dimanfaatkan sebagai bahan baku produk konstruksi yang memiliki nilai jual.

Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Paving Block

Project Assistant Rebrick menyatakan bahwa pemanfaatan sampah plastik tertolak menjadi paving block adalah solusi untuk mengurangi limbah plastik yang sulit didaur ulang. Setiap satu meter persegi paving block mampu menyerap sekitar 2,5 kilogram sampah plastik tertolak dengan produksi sekitar 44 buah paving block untuk luasan tersebut. Semakin banyak paving block yang diproduksi, semakin besar pula volume sampah plastik yang dapat dialihkan dari tempat pembuangan akhir.

Dukungan Terhadap Lingkungan dan Ekonomi

Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik, tetapi juga memberikan nilai komersial. Produk paving block hasil daur ulang dipasarkan dengan kisaran harga Rp150.000 hingga Rp200.000 per meter persegi. Dengan demikian, upaya untuk mengurangi timbunan sampah plastik yang sulit didaur ulang dapat berdampak positif terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan.

Source link