Presiden AS Meminta Bantuan Pejabat RI untuk Urus Masalah Luar Negeri

by

Kisah Bill Clinton Ingin Pinjam Kuntoro Mangkusubroto untuk Urus Masalah di Luar Negeri

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu dengan lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden ke-41 Amerika Serikat Bill Clinton pernah ingin ‘meminjam’ pejabat Indonesia buat urus masalah di luar negeri. Sosok pejabat tersebut adalah Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias yang sukses memimpin pembangunan kembali Aceh pascatsunami 2004.

Permintaan Khusus Bill Clinton terhadap Kuntoro Mangkusubroto

Kisah tersebut diungkap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengenang pertemuannya dengan Clinton beberapa tahun setelah tsunami Aceh. Menurut SBY, Clinton secara langsung menyampaikan keinginannya agar Kuntoro dapat membantunya menangani krisis di Haiti.

“Can I borrow Kuntoro?” tutur SBY mengulang ucapan Clinton dalam acara “Mengenang Warisan Kuntoro Mangkusubroto: Integritas, Kerja Keras, Konsistensi, dan Implementasi Paralel Holistik” pada 2024 silam. Permintaan itu terjadi ketika Clinton tengah mengemban tugas sebagai Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu proses pemulihan Haiti setelah negara tersebut diguncang gempa bumi dahsyat pada Januari 2010.

Gempa berkekuatan M7,0 itu menewaskan lebih dari 200 ribu orang, melukai ratusan ribu lainnya, serta menghancurkan sebagian besar ibu kota Port-au-Prince. Jutaan warga kehilangan tempat tinggal dan pembangunan kembali negara itu menghadapi berbagai kendala. Mulai dari koordinasi bantuan internasional hingga tata kelola rekonstruksi.

Kepuasan Bill Clinton atas Kesuksesan Rekonstruksi Aceh

Menurut penuturan SBY, Clinton bahkan mengakui proses pemulihan Haiti jauh lebih sulit dari yang dibayangkannya. Clinton ingin mengetahui bagaimana Indonesia mampu mengelola rekonstruksi Aceh yang melibatkan pemerintah, donor internasional, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat lokal, tetapi tetap berjalan efektif.

SBY menilai, kekaguman Clinton muncul karena BRR berhasil membuktikan bahwa rekonstruksi pascabencana dapat dilakukan secara cepat sekaligus akuntabel. Selama beroperasi pada 2005-2009, BRR memimpin pembangunan kembali Aceh dan Nias setelah tsunami 2004.

Akhir Kata

BRR mendapat pujian dan penghargaan internasional karena berhasil menjadi contoh penanganan rekonstruksi pascabencana di tingkat internasional. Indonesia melalui sosok Kuntoro Mangkusubroto membuktikan komitmen dan keberhasilannya dalam memimpin rekonstruksi Aceh, membuat negara lain, seperti Amerika Serikat, turut merasa terkesan.

Source link