Pemimpin China Terpesona oleh Nabi Muhammad SAW: Kejutan Terbesar

by

Pembaruan Sejarah: Pemimpin China yang Mengagumi Nabi Muhammad

Naskah ini adalah bagian dari CNBC Insight yang memberikan gambaran sejarah menarik tentang pengaruh Islam di China pada masa lalu.

Zhu Yuanzhang dan “Pujian 100 Kata”

Sejarah mencatat bahwa pemimpin China, Zhu Yuanzhang, pendiri Dinasti Ming pada abad ke-14, mengagumi Nabi Muhammad. Dalam sebuah karya pujian yang dikenal sebagai “Pujian 100 Kata”, Zhu Yuanzhang menggambarkan Nabi sebagai sosok agung, bijak, dan pembawa rahmat bagi alam semesta.

Pada masa kekuasaannya, Islam mulai berkembang secara signifikan di China. Bukan hanya sebagai agama minoritas, Islam didukung dalam berbagai aspek kehidupan di kekaisaran Ming.

Pengaruh Islam di Kekaisaran Ming

Riset terbaru mencatat bahwa pada era Zhu Yuanzhang, jumlah pemeluk Islam meningkat pesat di China. Mereka tidak hanya terbatas dalam komunitas, tapi juga menyebar ke struktur sosial dan politik kekaisaran.

Masjid dan lembaga pendidikan Islam didirikan, sementara Muslim diangkat ke dalam berbagai struktur kekaisaran, mulai dari militer hingga administrasi tinggi. Mereka turut berperan sebagai penasihat istana, diplomat, dan cendekiawan lapisan elit.

Prasasti-prasasti Arab dan Persia diukir dalam budaya kekaisaran, mencerminkan pengakuan budaya Islam dalam peradaban Ming.

Kehadiran Puisi dan Sinisasi

“Pujian 100 Kata” menjadi bukti nyata dari penghormatan Zhu Yuanzhang terhadap Nabi Muhammad. Meski tidak memeluk Islam, Zhu Yuanzhang dipahami memahami ajaran agama tersebut. Pujian ini juga mencerminkan bagaimana Islam dianggap sebagai kekuatan moral dan spiritual di China.

Meski memberi dukungan yang luas pada Islam, pemerintahan Dinasti Ming juga mengalami proses sinisasi. Komunitas Muslim Hui mengalami asimilasi dengan budaya Tionghoa, memperlihatkan dinamika unik antara Islam dan Tionghoa pada masa itu.

Source link