Dianggap Tewas, Pria Ini Ditemukan Hidup 61 Tahun Kemudian

by

Ketika Ishinosuke Uwano tiba di Bandara Narita pada April 2006, kepulangannya ke Jepang menutup penantian yang berlangsung puluhan tahun. Mantan tentara Jepang itu sebelumnya dinyatakan sebagai korban tewas perang, padahal ia masih hidup dan telah membangun keluarga di Ukraina.

Uwano datang bersama putranya untuk menjalani kunjungan selama 10 hari. Di hadapan wartawan, ia mengungkapkan kebahagiaannya dapat kembali ke negara yang telah ditinggalkan sejak berakhirnya Perang Dunia II. Ia juga mengaku sudah sekitar enam dekade tidak menggunakan bahasa Jepang.

“Saya tidak berbicara bahasa Jepang selama 60 tahun, dan pertama-tama saya ingin mengucapkan ‘konnichiwa’ [halo],” kata Uwano seperti dikutip BBC.

Hilang setelah bertugas di Sakhalin

Menurut The Guardian, Uwano merupakan tentara Jepang yang ditempatkan di Pulau Sakhalin, Rusia, ketika Perang Dunia II berlangsung. Pulau tersebut termasuk wilayah yang direbut pasukan Uni Soviet dari Jepang pada masa-masa terakhir Perang Pasifik.

Selepas perang, Uwano tidak kembali ke Jepang. Hubungannya dengan keluarga yang tinggal di wilayah timur laut Tokyo juga terputus. Keluarganya kemudian menerima informasi bahwa ia diduga gugur saat bertugas di Sakhalin.

Uwano sebenarnya masih pernah terlihat di pulau itu pada 1958. Namun, setelah kemunculan tersebut, tidak ada lagi kabar yang sampai kepada keluarganya. Ia pun tidak pernah menghubungi mereka sehingga keluarga akhirnya meyakini bahwa Uwano telah meninggal dunia.

Status itu kemudian dicatat secara resmi. Pada 2000, pemerintah Jepang memasukkan nama Uwano ke dalam daftar korban tewas akibat perang. Saat itu, keluarganya tidak mengetahui bahwa ia telah meninggalkan Sakhalin dan menjalani kehidupan baru di negara lain.

Ditemukan hidup di Ukraina

Uwano diketahui pindah ke Ukraina dan tinggal di sebuah kota kecil di sebelah barat Kiev. Di sana, ia menikah dengan seorang perempuan setempat dan memiliki tiga anak. Ia juga menjadi warga negara Ukraina.

Keberadaannya mulai terungkap setelah Uwano meminta bantuan seorang teman untuk mencari kerabatnya di Jepang, sebagaimana diberitakan BBC International. Informasi itu akhirnya diterima pemerintah Jepang, yang memiliki program untuk melacak veteran yang hilang di luar negeri.

Pada 2005, sejumlah pejabat Jepang mendatangi Kiev untuk menemuinya. Mereka melakukan wawancara dan pemeriksaan sebelum memastikan bahwa pria berusia 83 tahun tersebut benar-benar Ishinosuke Uwano, tentara yang selama bertahun-tahun telah dianggap meninggal.

Uwano mengatakan pemerintah Uni Soviet pernah melarangnya menghubungi keluarga di Jepang setelah ia berpindah ke Ukraina. Kondisi itu membuat keberadaannya tidak diketahui kerabat selama puluhan tahun.

Setelah identitasnya dipastikan, Uwano akhirnya dapat menginjakkan kaki kembali di Jepang pada tahun berikutnya. Dalam kunjungan tersebut, ia mengatakan tidak sabar untuk bertemu lagi dengan saudara laki-laki dan sepupunya.

Source link