Kisah Vio Seberangi Lautan Jangkau Nasabah Ultra Mikro

by

Menjangkau nasabah di Banda Neira, Maluku Tengah, bagi Violend Trintje Ory berarti menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari mes tempat tinggalnya. Perempuan berusia 23 tahun itu bahkan harus menyeberangi laut dan berjalan kaki untuk mendatangi kelompok warga yang menjadi sasaran pendampingannya.

Vio ditugaskan dari Ambon untuk membuka Unit Banda, unit baru sekaligus unit pertama milik PNM di Banda Neira. Tugas tersebut tidak hanya menuntutnya mengenal wilayah kepulauan, tetapi juga memperkenalkan PNM Mekaar kepada masyarakat yang sebagian belum mengetahui layanan tersebut.

Membangun kepercayaan dari rumah ke rumah

Untuk memperkenalkan program, Vio bersama rekan-rekannya mendatangi rumah-rumah warga secara langsung. Pada awal kehadiran PNM, sebagian masyarakat masih ragu untuk bergabung. Karena itu, pendekatan dilakukan secara bertahap tanpa memaksakan keputusan kepada calon nasabah.

“Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakannya bagi mereka yang terasa ragu. Tapi kami rangkul yang percaya sama kami untuk prosesnya ke depan,” ujar Vio, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Menurut Vio, komunikasi dan kesabaran menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Ia tidak hanya berdiskusi dengan calon nasabah, tetapi juga berusaha memahami kondisi serta pandangan keluarga mereka. Proses tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengenal program dan mempertimbangkan manfaatnya secara perlahan.

Tantangan geografis turut mewarnai aktivitas Vio sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar. Untuk mencapai wilayah tertentu, ia dan rekan-rekannya harus menyeberangi laut sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Ketika sepeda motor belum dapat digunakan di wilayah seberang, pendampingan tetap dilakukan dengan berjalan kaki.

Informasi mengenai PNM kemudian menyebar secara bertahap melalui warga yang telah menjadi nasabah. Kehadiran nasabah tersebut membantu memperkenalkan program kepada masyarakat lain di lingkungan mereka.

Melihat perubahan dalam kehidupan nasabah

Bagi Vio, pekerjaannya bukan semata-mata mencari calon nasabah atau menyalurkan pembiayaan. Ia juga melihat langsung perubahan yang terjadi dalam kehidupan para ibu yang didampinginya.

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah kisah seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Setelah memperoleh modal usaha, nasabah tersebut berhenti bekerja dan mulai berjualan kebutuhan sehari-hari dari rumah.

Sebelumnya, pekerjaan itu mengharuskannya bekerja dari pagi hingga sore sehingga waktu bersama keluarga terbatas. Perubahan tersebut membuat Vio merasa ikut berperan dalam membantu nasabah membangun usaha dan memperoleh penghasilan bagi keluarganya.

“Saya merasa bersyukur, karena saya jadi penyalur berkat,” ujar Vio.

Kehadiran PNM di Banda Neira menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) memperluas layanan keuangan ke berbagai wilayah Indonesia. Sejak dibentuk pada 2021, holding yang menjadikan BRI sebagai induk bersama Pegadaian dan PNM itu mengintegrasikan akses pembiayaan, simpanan, transaksi, pemberdayaan, serta pendampingan usaha.

Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi tercatat melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kekuatan holding tidak hanya terletak pada besarnya ekosistem, tetapi juga pada kemampuan tenaga pemasar untuk hadir dekat dengan masyarakat. “Di balik besarnya ekosistem Holding Ultra Mikro, terdapat 74 ribu tenaga pemasar yang setiap hari hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan layanan keuangan dengan pelaku usaha hingga ke tingkat komunitas untuk membangun kepercayaan, mendampingi, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh,” ujar Dhanny.

Source link