Pesawat Tabrak Gunung, Pilot Biarkan Anaknya Nyetir: 75 Tewas

by

Kesalahan di kokpit mengakhiri penerbangan Aeroflot 593 hanya dalam waktu sekitar 16 menit setelah anak pilot masuk ke ruang kemudi. Pesawat Airbus A310 yang terbang dari Moskow menuju Hong Kong itu jatuh di kawasan pegunungan Kuznetsk Alatau pada 23 Maret 1994. Seluruh 75 orang di dalamnya, terdiri atas 63 penumpang dan 12 awak, tewas.

Anak pilot duduk di kursi kemudi

Penerbangan tersebut dipimpin Kapten Kudrinsky. Dua anaknya juga berada di antara penumpang dalam perjalanan itu. Pada awalnya, pesawat melaju normal. Situasi berubah ketika Kudrinsky mengizinkan kedua anaknya masuk ke kokpit selama penerbangan.

Salah satu anak kemudian duduk di kursi kemudi dan mulai menggerakkan kendali pesawat. Ketika itu, pesawat masih terbang menggunakan autopilot. Karena itu, gerakan awal pada kemudi tidak langsung membuat pesawat berubah arah secara nyata. Kondisi tersebut membuat Kudrinsky tidak segera menyadari bahwa kendali pesawat mulai terpengaruh.

Namun, kendali yang terus digerakkan akhirnya memicu matinya sistem autopilot secara otomatis. Pesawat pun mulai berbelok mengikuti arah gerakan pada kemudi. Kudrinsky tidak menyadari bahwa autopilot telah berhenti bekerja dan mengira perubahan posisi pesawat masih merupakan bagian dari pengaturan sebelumnya.

Padahal, lampu indikator di kokpit telah memberikan peringatan. Ketidaksadaran pilot terhadap perubahan status sistem itu membuat pesawat terus keluar dari kondisi penerbangan yang semestinya.

Pesawat jatuh setelah kehilangan kendali

Pesawat kemudian kehilangan kendali dan menukik tajam. Pada tahap itu, Kudrinsky baru menyadari adanya masalah. Ia berusaha mengambil alih kendali secara manual dan berhasil mengembalikan posisi pesawat.

Upaya tersebut tidak cukup untuk mencegah kecelakaan. Pesawat sudah berada sangat dekat dengan kawasan pegunungan. Tak lama kemudian, Airbus A310 itu menabrak pegunungan Kuznetsk Alatau. Tidak ada satu pun dari 75 orang di dalam pesawat yang selamat.

Mengutip laporan investigasi pemerintah Rusia, penyebab kecelakaan sempat dikaitkan dengan kemungkinan cuaca buruk atau kerusakan mesin. Dugaan itu berubah setelah pemeriksaan terhadap kotak hitam dilakukan. Rekaman penerbangan mengarahkan penyelidikan pada rangkaian kesalahan di dalam kokpit.

Investigasi menyimpulkan bahwa autopilot mati ketika anak pilot menggerakkan kemudi, sedangkan Kudrinsky tidak menyadari pesawat telah beralih dari kendali otomatis. Pesawat kemudian bergerak tanpa koreksi yang memadai hingga kehilangan kendali dan menabrak pegunungan.

Kecelakaan Aeroflot 593 kemudian menjadi salah satu contoh fatalnya kelalaian di kokpit. Peristiwa itu juga memperlihatkan risiko ketika penumpang berada di ruang kemudi dan dapat menyentuh kendali pesawat saat penerbangan berlangsung.

Source link