Pengusaha China Tipu Dunia, Manusia Dibuat Ketar-ketir

by

Sebuah kapal induk bekas Uni Soviet yang pada awalnya disebut akan dijadikan kasino terapung di Makau justru menjadi fondasi kekuatan maritim China. Kapal bernama Varyag itu dibawa ke China, direkonstruksi selama bertahun-tahun, lalu masuk dinas Angkatan Laut China pada 2012 dengan nama Liaoning.

Dibeli dengan alasan bisnis

Kisah tersebut bermula pada 1998, ketika pengusaha China Xu Zengping membeli Varyag. Kapal itu merupakan kapal induk kelas berat yang dirancang untuk membawa ratusan awak, puluhan pesawat, serta persenjataan rudal. Pengembangannya terhenti setelah Uni Soviet bubar pada 1991.

Xu membeli kapal tersebut dengan harga sekitar US$20 juta, atau setara Rp300 miliar berdasarkan nilai saat ini. Kepada publik, ia menyampaikan bahwa Varyag akan diubah menjadi kasino terapung di Makau. Penjelasan itu membuat transaksi pembelian kapal raksasa tersebut tampak sebagai rencana bisnis biasa, bukan bagian dari agenda militer.

Varyag kemudian dibawa dari Ukraina menuju China. Kapal itu tiba di Dalian pada 2002. Namun, rencana menjadikannya hotel atau kasino tidak pernah terwujud. Di China, kapal tersebut justru dimanfaatkan untuk mempelajari sistem dan teknologi kapal induk.

Dari kapal terbengkalai menjadi Liaoning

Militer dan ilmuwan China menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merekonstruksi serta menyelesaikan kapal yang sebelumnya terbengkalai itu. Proses tersebut berlangsung tanpa diketahui publik secara luas.

Dalam wawancara dengan South China Morning Post, Xu kemudian mengungkapkan bahwa dirinya mendapat tugas membeli Varyag dari pihak yang berkaitan dengan Angkatan Laut China. Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa pembelian kapal itu tidak semata-mata berkaitan dengan rencana komersial yang disampaikan kepada publik.

Pada 2012, kapal yang sebelumnya bernama Varyag itu resmi masuk dinas Angkatan Laut China sebagai Liaoning. Kapal tersebut menjadi kapal induk pertama yang dioperasikan China.

Bagi Beijing, Liaoning bukan sekadar kapal perang baru. Mengutip paparan analis China Power, keberadaan kapal itu menarik perhatian banyak pihak dan membuat sejumlah militer merasa khawatir. Liaoning dipandang sebagai simbol meningkatnya kekuatan global China sekaligus langkah penting pertama menuju pembangunan angkatan laut yang lebih kuat dan tegas.

Kapal induk memberi kemampuan bagi China untuk mengerahkan kekuatan udara dan laut jauh dari wilayah daratannya. Karena itu, keberadaan Liaoning memiliki arti strategis dalam persaingan kekuatan di kawasan.

Varyag akhirnya tidak pernah menjadi kasino terapung seperti yang diumumkan Xu. Kapal bekas Uni Soviet itu berubah menjadi Liaoning, sekaligus menandai awal perjalanan China sebagai negara pemilik kapal induk.

Source link