Top! Nasabah PNM Mekaar Sukses Olah Jamur Jadi Cuan

by

Astuti, nasabah PNM Mekaar asal Balikpapan, menemukan cara untuk mengatasi hasil panen jamur tiram yang tidak selalu habis terjual. Alih-alih membiarkannya menjadi sisa, ia mengolah jamur tersebut menjadi Jamur Krispi dan Stik Jamur.

Pengolahan itu membuat jamur memiliki umur simpan lebih panjang sekaligus membuka nilai jual baru. Bagi Astuti, langkah tersebut berawal dari persoalan sederhana: bagaimana memanfaatkan jamur yang berisiko tidak terjual.

“Dulu saya hanya berpikir bagaimana jamur yang tak habis terjual tidak terbuang. Sekarang saya tahu, dari sesuatu yang hampir terbuang itu, bisa tumbuh sebuah usaha, harapan untuk keluarga, bahkan manfaat untuk banyak orang,” ujar Astuti, dikutip Sabtu (29/8/2026).

Dari persoalan pasar menjadi peluang usaha

Perubahan yang dialami Astuti tidak berhenti pada bertambahnya jenis produk. Ia mulai memandang tantangan pasar sebagai dorongan untuk berkreasi dan mencari nilai tambah dari sumber daya yang sudah dimiliki.

Menurut Astuti, pembiayaan memberikan ruang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk menjalankan dan mengembangkan kegiatan usahanya. Namun, pendampingan juga dibutuhkan agar pelaku usaha dapat menemukan cara untuk menjaga pertumbuhan bisnisnya.

Pengalaman mengembangkan usaha olahan jamur turut meningkatkan kepercayaan diri Astuti. Seiring usahanya tumbuh, ia dipercaya menjadi Ketua Klasterisasi Bank Sampah di Kampung Madani, Waru, Penajam.

Peran tersebut memperluas aktivitas Astuti di tengah masyarakat. Jika sebelumnya ia berfokus memastikan jamur hasil panen tidak terbuang, kini ia mengajak warga di lingkungannya untuk melihat barang yang dianggap tidak bernilai sebagai sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan.

PNM tekankan pembiayaan dan pemberdayaan

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan kebutuhan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya berkaitan dengan modal. Mereka juga memerlukan kemampuan untuk mengembangkan usaha dan menghadapi tantangan yang muncul dalam kegiatan bisnis.

Karena itu, ia menilai pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan. Pembiayaan memberi kesempatan kepada nasabah untuk memulai maupun mengembangkan usaha, sedangkan pemberdayaan membantu mereka menemukan cara untuk meningkatkan kapasitas bisnis.

“Pembiayaan memberikan kesempatan bagi nasabah untuk memulai dan mengembangkan usahanya. Tetapi pemberdayaanlah yang membantu mereka menemukan cara untuk naik kelas. Ketika keduanya berjalan bersama, modal tidak berhenti menjadi pinjaman, tetapi dapat berubah menjadi produk yang lebih bernilai, usaha yang lebih kuat, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Kindaris.

Dalam perjalanan Astuti, dukungan tersebut terlihat dari upayanya mengubah jamur yang berpotensi terbuang menjadi produk olahan, lalu memperluas manfaat pengalaman itu melalui perannya di lingkungan masyarakat.

Source link